Pasca Bencana Sumatra, Danantara Targetkan Pembangunan 15 Ribu Hunian
- Youtube Sekretariat Presiden
Sumatra, VIVA Mindset – Pembangunan hunian sementara serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di Sumatra, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan hingga mencapai RP1 triliun, melalui dana corporate social responsibility (CSR) Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Hingga awal tahun 2026 realisasi penggunaan dana CSR BUMN telah menembus angka Rp655 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan rumah hunian dan penyediaan fasilitas pendukung bagi korban bencana. Hal ini di sampaikan oleh Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani.
“Kami menargetkan pengeluaran dari CSR seluruh BUMN kurang lebih Rp1 triliun. Dengan selesainya pembangunan rumah dan penyaluran berbagai kebutuhan lainnya, realisasi saat ini telah mencapai sekitar Rp655 miliar,” ujar Rosan saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto meninjau pembangunan hunian di Aceh Tamiang, dikutip Jumat (2/1/2026). Dilansir dari tvonenews.com
Dalam waktu tiga bulan ke depan, Danantara menargetkan pembangunan dengan jumlah 15.000 unit rumah hunian di tiga provinsi. Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan porsi pembangunan terbesar disusul Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
“Rencananya dalam waktu tiga bulan ke depan, insyaallah, kita bisa menyelesaikan 15.000 rumah yang terbagi di tiga provinsi,” jelasnya. Secara rinci, pembangunan hunian di Aceh diproyeksikan mencapai sekitar 12.000 unit.
Sementara itu, ditargetkan sekitar 2.000 unit di wilayah Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah, serta 500 unit di Sumatera Barat. Selain rumah hunian, berbagai fasilitas pendukung juga di siapkan untuk menunjang kehidupan warga terdampak. Pada 8 Januari mendatang, sebanyak 600 unit rumah hunian dijadwalkan akan diserah terimakan kepada pemerintah daerah dengan dilengkapi sarana social dan utilitas dasar.
“Tidak hanya hunian, tetapi juga kami serahkan fasilitas pendukung berupa taman bermain, jaringan Wi-Fi, mushola, dapur umum sebanyak 14 unit, serta toilet dan kamar mandi sebanyak 120 unit,” kata Rosan.
Kepala BPI Danantara tersebut juga menambahkan setiap unit rumah memiliki luas 4,5x4,5 meter persegi. Seluruh hunian tersebut juga dibangun diatas lahan milik PTPN setelah melalui proses pembersihan lahan
“Seluruh hunian dibangun di atas lahan PTPN yang telah kami lakukan land clearing dengan luas sekitar 4,5x4,5 meter persegi per unit,” pungkas Rosan.