Aktifitas Seismik Meningkat, Gempa Aceh Tercatat Hingga 1.556
- https://www.instagram.com/p/DS9KYzqk-M9/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA%3D%3D
Aceh Besar, VIVA Mindset –Tahun telah berganti, Indonesia masih berduka atas kejadian bencana alam yang mengguncang salah satu provinsi diujung paling barat. Aceh disepanjang tahun 2025 disebutkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengalami 1.556 goncangan gempa bumi.
Kejadian gempa bumi pada 2025 mengalami kenaikan sebesar 39 persen dari tahun 2024, hal ini disampaikan oleh Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin. Ia juga menyampaikan dari angka 1.556, terdapat 75 gempa yang dirasakan dengan magnitude terbesar 6.3 dan kedalaman terjauh mencapai 222 kilometer(km). Dikutip dari Antara.
Tingkat kedalam gempa di Aceh sebanyak 1.446 kali dikategorikan dangkal atau di bawah 60 km. Kemudian sebanyak 90 kali kategori menengah yaitu diatas 60 km atau dibawah 300 km. Dan selama 2025 tidak ada gempa bumi yang melebihi kedalaman 300 km.
Andi menuturkan bahwa terdapat lima kejadian gempa bumi signifikan berdasarkan jumlah tersebut. Pada magnitude 6.3 dengan kedalaman 10 km terjadi pada 27 November 2025 di Sinabang, Kabupaten Simeulue. Kemudian dengan magnitudo yang sama namun dengan kedalaman 15 km pada 29 Juli 2025 terjadi di Sabang.
"Selanjutnya, magnitudo 5.9 terjadi tiga kali, pertama pada 31 Januari di Aceh Selatan dengan kedalaman 59 km. Kemudian, 8 April di Sinabang, kedalamannya 30 km, dan terakhir di Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya pada 11 Mei dengan kedalaman 83 km," kata Andi.
Selain itu, andi juga menyampaikan bahwa pada Bulan September 2025, Aceh mengalami gempa bumi terbanyak mencapai 239 kali, yang eman diantaranya dirasakan. Gempa juga terjadi di Bulan Oktober sebanyak 218 kali, November 146 kali dan di Bulan Desember sebanyak 104 kali. Namun gempa yang dirasakan sebanyak 17 kali.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar tersebut juga menegaskan bahwa dibalik setiap angka tersebut menjadi pembelajaran serta pengingat bahwa Aceh berada pada wilayah aktif seismik yang menuntut kesiapsiagaan bersama.
Oleh karena itu, Andi mengajak semua unsur masyarakat agar kejadian gempa bumi di Aceh sepanjang 2025 sebagai bekal meningkatkan kewaspadaan, dengan memahami pola, sebaran, dan karakteristik gempa bumi bukan menumbuhkan kekhawatiran.
"Tetap waspada, siapkan tas siaga bencana, kenali jalur evakuasi dan titik kumpul, dan pantau informasi resmi dari BMKG. Karena kesiapsiagaan hari ini adalah keselamatan di masa depan," demikian Andi Azhar Rusdin.