Sebab Gempa Bumi Menurut Legenda Klasik Islam, Konon Gara-Gara Iblis

Ilustrasi Bumi, Bulan, dan Matahari.
Sumber :
  • Pixabay / PolarityFlow

MindsetGempa bumi merupakan bencana alam yang umum terjadi di berbagai belahan bumi, termasuk Indonesia. 

img_title Atasi Dampak Pascabencana, Pemerintah Bangun Jembatan Bailey di NTT

Salah satu gempa terkini yang terjadi adalah gempa Garut yang menyebabkan kerugian materiil lumayan. 

Pengetahuan modern sudah menemukan sebab gempa bumi dan juga bisa menjelaskan bagaimana terjadinya proses gempa bumi. 

img_title Siap Disalurkan, BNPB Terima Bantuan Logistik Sejumlah 34,38 Ton dari TNI AU

Akan tetapi pada zaman dulu, ketika pengetahuan dan teknologi belum secanggih sekarang, orang-orang sudah berusaha menjelaskan fenomena tersebut. 

Penjelasan klasik tentang gempa bumi tentu berbeda dengan penjelasan pengetahuan modern dan lebih mirip dongeng.

img_title Presiden Prabowo Berencana Kunjungi NTT, Pemerintah Prioritaskan Penanganan Darurat

Gambaran Malaikat Israfil dalam Manuskrip Kuno

Photo :
  • Wikipedia

Meski demikian, bukan berarti penjelasan tersebut tidak ada gunanya bagi kita saat ini. 

Setidaknya, mengetahui penjelasan klasik tentang gempa bumi bisa membuat kita termotivasi untuk memiliki keinginan tinggi untuk belajar.

Orang-orang zaman dulu sudah menunjukkan bahwa dengan segala keterbatasannya, mereka tetap melakukan upaya-upaya untuk menjelaskan berbagai fenomena sekitar. 

Lalu bagaimana penjelasan klasik Islam tentang gempa bumi, Sobat Mindset?

Struktur Bumi dan Legenda Bahamut

Kitab Ajaibul Makhluqat dan Ilustrasi Bahamut

Photo :
  • Tangkapan Layar

Dalam kitab-kitab klasik, kisah gempa bumi dihubungkan dengan struktur bumi dalam kosmologi Islam. 

Salah satu rujukan yang biasa digunakan terkait kisah tersebut adalah kitab karangan Zakariya Qazwini, Ajaibul Makhluqat wa Gharaibul Maujudat.

Kitab tersebut dirujuk oleh berbagai kitab sesudahnya yang memuat kisah penciptaan bumi, termasuk kitab yang sering dikaji di pesantren di Indonesia, yaitu Badaiuz Zuhur

Menurut kisah tersebut, bumi ditopang oleh malaikat, akan tetapi karena malaikat tersebut tidak memiliki pijakan, maka Allah menurunkan seekor banteng dari surga untuk tempat berpijak.

Ilustrasi Surga

Photo :
  • Pexels | @jplenio

Nama banteng tersebut adalah Nun, digambarkan memiliki 40.000 tanduk dan 40.000 penyangga. 

Malaikat kemudian berpijak pada banteng tersebut sehingga bisa berdiri seimbang menyangga bumi.

Akan tetapi masalah baru muncul, karena kini giliran banteng tersebut yang tidak memiliki tempat berpijak. 

Allah kemudian memberikan pijakan berupa yakut hijau dari surga yang sudah dikeraskan selama 500 tahun. 

Yakut hijau tersebut ditempatkan di atas batu yang disebutkan setebal langit dan bumi. 

Supaya batu tersebut diam menetap, maka Allah menurunkan seekor ikan dari langit ketujuh dan ikan tersebut bernama Bahamut atau Balhut. 

Halaman Selanjutnya
img_title