Gede Andika dan KREDIBALI: Dari Program Edukasi Sampai Pemeliharaan Lingkungan
- satu-indonesia.com
Sebagaimana sudah merupakan pengetahuan umum, salah satu ancaman terbesar pencemaran lingkungan berasal dari sampah plastik.
Nah, KREDIBALI kemudian memberlakukan sampah plastik sebagai alat tukar edukasi bahasa Inggris.
Anak-anak yang ingin mengikuti program KREDIBALI tidak harus membayar dalam bentuk uang seperti lazimnya di lembaga kursus bahasa.
Akan tetapi mereka disyaratkan membawa sampah plastik sebagai pengganti pembayaran.
Lalu dikemanakan sampah plastik tersebut oleh KREDIBALI?
KREDIBALI menyalurkan sampah-sampah plastik tersebut pada lembaga swadaya. Hasilnya kemudian ditukarkan dengan kebutuhan pokok seperti beras.
Beras tersebut kemudian disalurkan kepada orang-orang tua yang membutuhkan bantuan sembako.
Dengan demikian, program KREDIBALI memang meliputi berbagai aspek, bukan hanya membantu anak-anak tingkat SD dan SMP belajar bahasa Inggris, tetapi juga membantu para lansia yang membutuhkan bantuan kehidupan.
Gerakan Menanam Pohon
Hutan Rimbun dengan Pohon-pohon besar
- Pixabay / Tama66
Perhatian KREDIBALI terhadap lingkungan tidak berhenti hanya dalam bentuk pengelolaan sampah plastik.
Edukasi lingkungan yang digagas KREDIBALI juga dilakukan dalam bentuk penghijauan, yaitu penanaman pohon.
Gerakan tersebut dilakukan di kawasan hutan lindung Kintamani, Bangli. Di sana anak-anak diajak menanam pohon sekaligus merawatnya sampai pohon tersebut tumbuh menjadi besar.
Berkat program-programnya, terjadi peningkatan anak-anak yang mengikuti program dari semula hanya 75 orang anak kini sudah mencapai 275 orang anak.
Jika semula program ini hanya berlangsung di desa Pemuteran, maka kini sudah meluas ke Gianyar dan Kintamani.
Peran Gede Andika dalam menggerakkan program KREDIBALI kemudian mengantarkannya menjadi salah seorang penerima penghargaan SATU Indonesia Awards 2021.