Karnaval Agustusan Naik Kelas, Pemdes Alasbuluh Lahirkan Karnaval Kolosal

Karnaval kolosal yang digagas Pemdes Alasbuluh, Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Mindset

Terselengaranya karnaval kolosal ini tidak lepas dari ide segar yang dicetuskan Ketua Karang Taruna Desa Alasbuluh, Deky Firmansyah yang melihat celah potensial diantara kebijakan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Wongsorejo terkait penggunaan jalan raya sebagai rute karnaval.

img_title Nikmati Suasana Asri, Lomba Gerak Jalan Bajulmati Bebas Polusi Truk Besar

“Ya kalau ide itu muncul setelah rapat di kecamatan melihat berita VIVA News dan hape bahwa tidak bisa melaksankan karnaval di jalan protokol. Akhirnya saya memikirkan konsep seperti itu, karnaval tetap jalan tapi tidak menggangu pengguna jalan raya. Akhirnya muncul ide Karnaval Kolosal Kemerdekaan,” ungkap Ketua Karang Taruna Desa Alasbuluh, Deky Firmansyah.

Bukan hanya itu, tokoh pemuda yang dikenal dengan panggilan Haji Deky ini juga mampu menentukan waktu yang baik dalam pelaksanaan karnaval kolosal tersebut dengan mengedepakan aspek perenomian masyarakat Desa Alasbuluh.

img_title Dugaan Pelanggaran Fidusia M & Anaknya Masuki Tahap Krusial, Polsek Wongsorejo Siap Gelar Perkara

“Dilaksanakan di lapangan Desa Alasbuluh di malam hari agar juga tidak menggangu kegiatan ekonomi masyarakat Desa Alasbuluh sehingga bisa menonton dengan tenang karena semua pekerjaan sudah selasai di pagi sampai sore hari,” beber Haji Deky secara eksklusif pada VIVA News.

Dengan konsep karnaval kolosal ini, masyarakat dapat menikmati seluruh sajian drama pendek lebih santai tanpa kawatir mengalami kebisingan saat menjadi penikmat karnawal yang hanya berupa peragaan busana jalanan.

img_title Aksi Spektakuler Pelajar MTsN 12 Banyuwangi Warnai Upacara 17 Agustus 2026 di RTH Bajulmati

Konsep karnaval peragaan busana jalanan dinilai mulai ditinggalkan penikmatnya karena terlalu banyak pihak yang dirugikan serta tidak menunjukkan sebuah kreasi seni apapun.

Karnaval dengan konsep penampilan drama pendek tema budaya dan seni tersebut lebih layak digelar dalam rangka perayaan hari kemerdekaan.

Peserta pada karnaval kolosal ini berasal dari seluruh dunia Pendidikan dari level taman kanak – kanak hingga level Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang ada di Desa Alasbuluh.

Bukan hanya itu, antusias delegasi setiap Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) ikut meramaikan karnaval kolosal yang digagas Pemdes Alasbuluh itu.