Tawa dan Jatuh Bangun Pelajar SD Wongsorejo Warnai Lomba Enggrang di RTH Bajulmati

Pelajar SD se Wongsorejo ikuti lomba enggrang
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Mindset

Banyuwangi, VIVA Mindset –Euphoria perayaan hari kemerdekaan negara Republik Indonesia ke 81 terasa hingga ke pelosok negeri. Beragam lomba untuk memeriahkan semarak hari kemerdekaan dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.

img_title Bayang-Bayang Penurunan Kunjungan Wisatawan Akibat Kemacetan Parah di Ketapang

Di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur kemeriahan serta sorak sorai terus bergema. Sabtu, 15 Agustus 2026.

Kecerian serta kegembiraan jelas terpancar dari seluruh wajah ratusan pelajar Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Wongsorejo.

img_title Kemacetan Ketapang–Wongsorejo Belum Usai, Citra Pariwisata Banyuwangi Terancam

Mereka sedang berkompetisi dalam beragam perlombaan yang meliputi lari cepat, lomba enggrang serta lomba terompak raksasa.

Pada lomba sprint atau lari cepat ini, seluruh atlit lari dari sejumlah sekolah wajib melaju tercepat untuk mendapatkan perolehan waktu terbaik.

img_title Ibu Muda Asal Galekan Alami Trauma Usai Nyaris Jadi Sasaran Begal

Para atlit ini wajib menempuh jarak lari sejauh 100 meter dengan cara start berdiri maupun lari dengan start jongkok.

Selanjutnya lomba permainan tradisional enggrang yang di era modern ini sudah jarang dimainkan kalangan anak karena tergilas oleh merebaknya gawai di kalangan anak.

Dalam perlombaan ini, atlit enggrang wajib melaju secepat mungkin dari atas enggrang dengan ketinggian sekira setengah meter tersebut dari garis start hingga garis finish.

Beberapa atlit permainan enggrang ini mampu berlari secara cepat namun ada juga beberapa diantaranya masih berjalan tertatih dan sempat terjatuh.

Untuk perlombaan berikutnya adalah lomba lari dengan menggunakan terompak raksasa yang harus digerakkan oleh 3 orang atlit.

Di perlombaan enggrang raksasa ini perlu adanya kekompakan antar atlit agar mampu berjalan searah dalam satu gerakan yang sama.

Tiga orang peserta lomba terompak raksasa ini sempat terjatuh di tengah lintasan namun kemudian kembali berdiri dan berusaha mengejar ketertinggalan.

Beragam lomba tersebut menjadi bagian dalam rangka perayaan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia ke 81 yang melibatkan kalangan pelajar SD di wilayah Kecamatan Wongsorejo.

Bukan sekedar berlomba, para generasi penerus bangsa ini juga diajarkan tentang cinta tanah air serta menghargai jasa para pahlawan kemerdekaan dengan ikut ambil bagian dalam perayaan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia.