Cara Mudah Membantu Anak Mengonsumsi Lebih Banyak Protein
- https://www.freepik.com/search?format=search&term=anak+mengosumsi+protein
Parenting, VIVA Mindset –Protein merupakan salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Nutrisi ini membantu membangun otot, mendukung sistem kekebalan tubuh, serta menjaga energi anak tetap stabil sepanjang hari.
Namun dalam praktiknya, tidak sedikit orang tua yang mengalami kesulitan membuat anak mengonsumsi cukup protein. Kesibukan sehari-hari, kebiasaan pilih-pilih makanan, hingga tekstur makanan tertentu sering menjadi alasan anak menolak makanan berprotein.
Dilansir dari Beast Health, protein merupakan salah satu dari tiga nutrisi utama yang sangat dibutuhkan anak selain karbohidrat dan lemak. Nutrisi ini berperan penting dalam perkembangan otot serta membantu tubuh membentuk antibodi untuk melawan infeksi
Selain itu, protein juga membantu anak merasa kenyang lebih lama karena proses pencernaannya lebih lambat dibandingkan nutrisi lainnya. Hal ini dapat membantu mengurangi kebiasaan ngemil berlebihan pada anak.
Kebutuhan protein pada anak berbeda-beda tergantung usia. Anak usia 1 sampai 3 tahun membutuhkan sekitar 13 gram protein per hari. Anak usia 4 sampai 8 tahun membutuhkan sekitar 19 gram protein per hari. Sementara anak usia 9 sampai 13 tahun membutuhkan sekitar 34 gram protein setiap hari.
Pada remaja usia 14 sampai 18 tahun, kebutuhan protein juga meningkat. Remaja laki-laki membutuhkan sekitar 52 gram protein per hari sedangkan remaja perempuan membutuhkan sekitar 46 gram per hari.
Cara Praktis Meningkatkan Konsumsi Protein Pada Anak
Agar anak lebih mudah mengonsumsi protein, orang tua dapat mencoba beberapa cara sederhana yang direkomendasikan oleh ahli gizi.
Salah satunya adalah menyajikan makanan berprotein sesuai dengan tekstur yang disukai anak. Beberapa anak lebih menyukai makanan dengan tekstur renyah seperti kacang panggang atau chickpea panggang, sementara anak lain lebih menyukai tekstur lembut seperti yogurt, telur rebus, atau keju.
Cara lain adalah memberikan makanan berprotein saat waktu camilan, bukan hanya pada waktu makan utama. Anak sering kali lebih lapar dan lebih terbuka mencoba makanan baru saat waktu camilan. Beberapa pilihan camilan berprotein yang mudah disiapkan antara lain yogurt, keju, hummus, atau kacang-kacangan.
Orang tua juga dapat memanfaatkan sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, lentil, tahu, tempe, biji-bijian, serta susu dan produk olahannya. Selain mudah disiapkan, makanan tersebut biasanya memiliki aroma dan tekstur yang lebih ringan sehingga lebih mudah diterima anak.