Sering Menuntut Anak Tenang dan Sabar, Tapi Apakah Kita Sendiri Sudah Bisa?
- https://www.pexels.com/photo/tired-mother-with-black-boy-6624312/
Parenting, VIVA Mindset – Banyak orang tua berharap anak bisa tetap tenang, sabar, dan mampu mengendalikan diri. Ketika anak menangis, marah, atau sulit menunggu, kita sering langsung meminta mereka untuk bersikap lebih tenang.
Tanpa disadari, kita sering menuntut anak tenang, bahkan dalam situasi yang sebenarnya juga sulit bagi orang dewasa.
Anak Diminta Tenang Saat Dunia Terasa Terlalu Ramai
Anak kadang diminta tetap tenang meskipun mereka sedang lelah, lapar, atau berada di lingkungan yang ramai. Dalam kondisi seperti itu, wajar jika anak menjadi lebih sensitif atau mudah kesal.
Padahal orang dewasa pun bisa merasa kewalahan ketika menghadapi terlalu banyak hal sekaligus. Karena itu, kemampuan anak mengontrol emosi memang masih terus berkembang.
Anak Diminta Langsung Mendengarkan
Sering kali anak dianggap tidak patuh ketika tidak langsung merespons panggilan orang tua. Padahal dalam kehidupan sehari-hari, orang dewasa pun bisa melewatkan sesuatu ketika sedang fokus pada hal lain.
Kemampuan untuk berpindah perhatian dengan cepat bukan hal yang selalu mudah, bahkan bagi orang dewasa.
Anak Diminta Mengendalikan Keinginan
Anak juga sering diminta mampu menunggu atau menahan keinginan mereka. Padahal anak belajar sabar melalui pengalaman yang terus berulang.
Kemampuan ini berkaitan dengan perkembangan kontrol diri yang masih terus berkembang selama masa kanak-kanak.
Anak Belajar dari Cara Orang Tua Bereaksi
Anak memperhatikan bagaimana orang dewasa di sekitarnya merespons situasi sulit. Cara orang tua menghadapi stres, rasa kesal, atau kelelahan sering menjadi contoh yang mereka tiru.
Ketika orang tua berusaha mengatur emosi anak dengan sikap yang lebih tenang, anak perlahan belajar bagaimana menghadapi emosinya sendiri.
Menyesuaikan Harapan pada Anak
Kadang yang perlu disesuaikan bukan hanya perilaku anak, tetapi juga ekspektasi orang tua terhadap kemampuan mereka.
Anak sedang berada dalam proses belajar yang panjang. Mereka membutuhkan waktu untuk memahami emosi, menenangkan diri, dan belajar bersabar.
Sebelum menuntut anak untuk selalu tenang dan sabar, ada baiknya kita mengingat bahwa kemampuan tersebut masih terus dipelajari oleh mereka. Bahkan bagi orang dewasa, mengendalikan emosi pun tidak selalu mudah.