Fenomena Fatherless dan Dampaknya pada Perkembangan Anak
- https://www.superkidz.id/2020/11/05/anak-sering-murung-apakah-depresi/
Parenting, VIVA Mindset –Fenomena fatherless atau kondisi ketika anak tumbuh tanpa kehadiran figur ayah semakin sering dibicarakan dalam isu parenting. Ketidakhadiran ayah tidak selalu berarti kehilangan secara fisik, tetapi juga bisa berupa kurangnya keterlibatan emosional dalam kehidupan anak. Tanpa disadari, kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan emosi, perilaku, hingga cara anak membangun hubungan dengan orang lain di masa depan. Karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami peran ayah dalam tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Anak membutuhkan ayah yang hadir tidak hanya fisik, namun juga secara psikologis. Mayoritas anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan ibu. Oleh karena itu anak membutuhkan waktu yang berkulitas dengan ayah sehingga juga menghilangkan budaya patriarki dan turut bertanggung jawab dalam pengasuhan anak.
Penyebab fatherless beragam, bisa karena perceraian, kemtian, pekerjaan ayah yang mengharuskanny jauh dari keluarga, masih melekatnya budaya patriarki, kurang keterlibatan ayah dalam pengasuhan, ketidaksiapan seorang laki-laki menjadi ayah, serta pengalaman masa kecil yang tidak memiliki contoh ayah yang baik.
Dikutip dari website Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, fatherless walau bisa terlihat seperti hal biasa di tengah kesibukan sebagai ayah dan suami, juga bisa memberikan dampak bagi perkembangan anak, seperti:
1. Kesulitan mengelola emosi
Anak bisa memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik salah satunya karena peran serta kedekatan dari ayah. Tanpa figur ayah anak bisa kesulitan mengekspresikan emosi dengan aman dan nyaman
2. Memiliki kepercayaan diri yang rendah
etika figur ayah tidak hadir secara fisik maupun emosional, sebagian anak bisa tumbuh dengan perasaan kurang dihargai atau kurang mendapat dukungan. Hal ini dapat memengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri, sehingga mereka menjadi lebih ragu mengambil Keputusan dan takut mencoba hal baru.
3. Menghadapi masalah sosial
Anak yang tumbuh tanpa keterlibatan ayah juga dapat mengalami kesulitan dalam membangun hubungan sosial. Mereka mungkin merasa canggung berinteraksi, sulit mempercayai orang lain, atau kesulitan mengelola konflik.
Fenomena fatherless dapat memengaruhi kepercayaan diri, emosi, dan kemampuan sosial anak. Namun, dengan dukungan keluarga yang hangat dan lingkungan yang suportif, anak tetap bisa tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan percaya diri. Kehadiran figur dewasa yang peduli sangat penting untuk membantu mereka berkembang secara sehat.