Cara Mendisiplinkan Anak Tanpa Melibatkan Kekerasan

Tips mendisiplinkan anak.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/tertawa-anak-anak-di-antara-wanita-dan-pria-di-siang-hari-1206101/

Parenting, VIVA MindsetJangan tunda waktu untuk mengajari anak bagaimana caranya disiplin. Sebab, kebiasaan ini akan sangat bermanfaat untuk hidup mereka di masa depan.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

Belajar disiplin tidak bisa langsung berhasil dalam hitungan hari. Sebagai orang tua, kamu perlu konsisten dan tegas saat mengajarinya. Melansir laman Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, proses pembelajaran disiplin dengan cara memukul anak tidaklah efektif.

Sebab, memukul hanya akan membuat efek jera sementara pada anak. Bila dilakukan secara terus-menerus, bukannya disiplin, anak hanya akan berpikir cara menyenangi orang tua dengan tujuan agar tidak dipukul, bukan karena ingin disiplin.

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

Menurut DPA3K Provinsi Jawa Timur, tips mendisiplinkan anak tanpa kekerasan adalah dengan cara memberikannya pilihan, seperti “Mau makan atau mandi dulu?” atau “Ingin beresin mainan atau sikat gigi?”. Dengan begitu, anak merasa punya andil terhadap hidup dan pendapatnya.

Nah, berikut ini ada beberapa cara mendisiplinkan anak, lewat prosedur pilihan-pilihan yang diberikan.

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

1. Batasi pilihan pada anak

Bebaskan anak dalam menentukan pilihan. Akan tetapi, hindari memberikan pilihan terlalu banyak. Sebagai orang tua, berikan pilihan yang selaras dengan nilai dan prinsip kamu.

2. Rutin ubah metode pilihan

Semakin bertambahnya usia, pilihan juga harus disesuaikan. Misalnya “Tidak masalah kalau kamu ingin berhenti les matematika, tapi kamu harus tetap pilih 1 les yang kamu suka. Jangan tiba-tiba tidak mau les sama sekali,”. Dengan begitu, anak bisa lebih mengerti bahwa mereka perlu melakukan les agar bisa lebih lancar mengikuti pelajaran di sekolah.

3. Biarkan anak mengatur diri sendiri

Ajak anak untuk bisa mengatur dirinya, lewat membiarkan dia memilih pilihannya sendiri. Tentunya tetap dengan pengawasan orang tua. Sebagai contoh, “Ibu tahu kamu mau main bola, boleh kok. Tapi kamu punya PR yang harus dikerjakan. Coba pilih salah satu untuk dilakukan lebih dulu. Biar dua-duanya bisa selesai tepat waktu,”