Anak Sensitif dan Mudah Tersinggung, Perlukah Dikhawatirkan?

Anak sensitif membutuhkan pendampingan emosional yang tepat.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-laki-laki-lelaki-orang-orang-4100428/

Parenting, VIVA MindsetSebagian orang tua mungkin merasa khawatir ketika anak terlihat lebih sensitif dan mudah tersinggung dibandingkan anak seusianya. Anak bisa menangis lebih cepat, mudah kecewa, atau bereaksi berlebihan terhadap situasi yang tampak sepele. Kondisi ini sering memunculkan pertanyaan, apakah sikap tersebut wajar atau perlu diwaspadai.

img_title Lansia Usia 60 Tahun ke Atas Perlu Tetap Aktif, Ini Aktivitas Fisik yang Aman

Dalam psikologi perkembangan, sensitivitas emosional pada anak merupakan bagian dari proses tumbuh kembang. Anak masih belajar mengenali, memahami, dan mengelola emosinya. Pada tahap ini, respons emosional yang terlihat berlebihan kerap muncul karena kemampuan pengendalian diri anak belum berkembang sepenuhnya.

Sensitif Bukan Selalu Masalah

img_title Panduan Lengkap Pemberian MPASI Tepat Waktu untuk Mencegah Stunting pada Usia Tumbuh Emas

Anak yang sensitif tidak selalu menandakan adanya gangguan. Sensitivitas justru dapat menunjukkan bahwa anak memiliki kepekaan emosi yang tinggi. Anak cenderung lebih peka terhadap suasana, ekspresi orang lain, atau perubahan lingkungan di sekitarnya.

Namun, sensitivitas bisa menjadi tantangan jika anak belum memiliki keterampilan untuk mengekspresikan emosi dengan cara yang sehat. Ketika emosi terasa terlalu kuat dan sulit diungkapkan, anak dapat menjadi mudah tersinggung atau marah.

img_title Waspada! Ini Tanda Ginjal Bermasalah yang Sering Diabaikan

Peran Lingkungan Pengasuhan

Lingkungan pengasuhan memiliki peran besar dalam membentuk respons emosional anak. Pola asuh yang penuh tekanan, tuntutan berlebihan, atau minim ruang ekspresi dapat membuat anak semakin sensitif. Sebaliknya, lingkungan yang aman dan suportif membantu anak belajar mengenali emosinya tanpa rasa takut.

Dari sudut pandang kesehatan anak, World Health Organization menekankan pentingnya lingkungan pengasuhan yang aman, stabil, dan penuh dukungan untuk mendukung perkembangan emosi dan kesehatan mental anak.

Pengaruh Pola Asuh Orang Tua

Reaksi orang tua terhadap emosi anak sangat memengaruhi cara anak mengelola perasaannya. Anak yang sering dimarahi ketika menangis atau dianggap “berlebihan” dapat merasa emosinya tidak diterima. Hal ini justru membuat anak semakin kesulitan mengatur emosi.

Sebaliknya, pendampingan yang tenang dan empatik membantu anak merasa dipahami. Ketika orang tua membantu memberi nama pada emosi dan menenangkan anak tanpa menghakimi, anak belajar bahwa perasaannya valid dan bisa dikelola.

American Academy of Pediatrics menekankan pentingnya keterlibatan orang dewasa yang responsif dan suportif dalam kehidupan anak untuk mendukung perkembangan emosi, sosial, dan mental mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title