Tips Mengatasi Pertengkaran Kakak Adik Tanpa Memihak

Ilustrasi kakak dan adik yang sedang berebut mainan.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/one-little-boy-trying-to-bite-other-one-while-playing-6222769/

Parenting, VIVA Mindset –Memiliki lebih dari satu anak seringkali berarti harus siap menghadapi keributan di dalam rumah. Pertengkaran antara kakak dan adik atau sibling rivalry adalah hal yang sangat wajar terjadi. Pemicunya bisa bermacam-macam, mulai dari berebut mainan, mencari perhatian orang tua, hingga rasa cemburu. Meski melelahkan, konflik ini sebenarnya merupakan ajang belajar bersosialisasi pertama bagi anak.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Dilansir dari KidsHealth, pertengkaran saudara kandung mengajarkan anak cara menyelesaikan masalah, bernegosiasi, dan mengelola emosi. Namun, peran orang tua sangat krusial dalam menengahi konflik tersebut. Salah langkah sedikit saja, anak bisa merasa orang tua pilih kasih. Berikut adalah cara bijak menangani keributan anak tanpa memicu kecemburuan baru.

1. Jangan Jadi Wasit yang Menentukan Pemenang

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Kesalahan terbesar orang tua saat melerai adalah langsung mencari siapa yang salah dan siapa yang benar. Dikutip dari Cleveland Clinic, alih-alih langsung menghukum, orang tua disarankan untuk tetap tenang dan turun tangan sebelum situasi memanas menjadi fisik. Bertindak sebagai hakim yang menyalahkan satu pihak justru akan memperburuk hubungan antar saudara.

Posisikan diri sebagai mediator. Pisahkan mereka jika terjadi kontak fisik, lalu minta keduanya untuk tenang dulu. Jangan bertanya "Siapa yang mulai?", tapi tanyakan "Apa yang terjadi?". Fokuslah pada solusi penyelesaian masalah, bukan pada pemberian hukuman kepada salah satu anak.

img_title Ayah Hadir, Anak Lebih Siap Menghadapi Masa Depan

2. Ajarkan Cara Negosiasi dan Berbagi

Anak-anak sering bertengkar karena mereka belum memiliki kemampuan komunikasi yang baik untuk menyampaikan keinginan mereka. Melansir laman Child Mind Institute, orang tua perlu melatih anak-anak untuk menggunakan kata-kata dalam menyelesaikan konflik ketimbang jeritan atau pukulan.

Misalnya, saat berebut mainan, ajarkan mereka konsep bergantian menggunakan pengatur waktu (timer). Katakan, "Adik main 5 menit, setelah bunyi alarm, gantian Kakak yang main." Dengan aturan yang jelas dan adil, anak belajar menghormati hak orang lain dan memahami konsep keadilan tanpa merasa dirugikan.

3. Berikan Perhatian Individual

Seringkali, akar dari pertengkaran saudara adalah perebutan perhatian orang tua. Jika anak merasa "tangki cinta"-nya kosong, mereka akan mencari cara untuk diperhatikan, sekalipun dengan cara negatif.

Disadur dari Psychology Today, salah satu cara paling efektif mengakhiri rivalitas adalah dengan merayakan perbedaan masing-masing anak dan tidak membanding-bandingkan mereka. Luangkan waktu khusus berdua saja (one-on-one time) dengan masing-masing anak. Ketika kebutuhan emosional masing-masing anak terpenuhi dan mereka merasa dihargai sebagai individu yang unik, rasa kompetisi dan kecemburuan antar saudara akan berkurang secara drastis.