Anak Terlalu Sensitif?! Ini Cara Mendukung Emosinya!

Anak sensitif merasakan emosi yang kuat dari hal yang tampak sepele
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/kid-playing-doctor_4251448.htm

Parenting, VIVA MindsetMembesarkan anak yang sangat sensitif memerlukan pendekatan komunikasi yang penuh pengertian agar mereka merasa dilihat, didengar, dan aman. Dalam artikel dari Hey Sigmund tentang Talking to Your Sensitive Child, dijelaskan bagaimana kesadaran akan sifat sensitif anak dapat mengubah cara orang tua berinteraksi dan membantu anak memahami perasaannya sendiri tanpa merasa sendirian atau salah.

img_title Penerapan Pengasuhan Positif dalam Membentuk Karakter dan Perkembangan Otak Anak Usia Dini

Menurut penulis, sekitar 20% anak memiliki sifat sangat sensitif, yaitu memiliki sistem saraf yang lebih peka terhadap rangsangan dan emosi dari lingkungan mereka, membuat mereka lebih mudah merasa terstimulasi berlebihan atau kewalahan dibanding anak lain. Dulu istilah ini jarang dibahas, tetapi semakin banyak orang tua yang menyadari bahwa karakter ini bukan kelemahan, melainkan bagian dari kepribadian unik anak yang perlu dipahami.

Sadari bahwa Sensitivitas Itu Bukan Kesalahan

img_title Mengubah Pola Pengasuhan Anak Remaja: Menjadi Mentor dan Membangun Kemandirian Masa Depan

Langkah pertama membantu anak sensitif adalah mengakui bahwa mereka berbeda dan itu normal. Ketika anak merasa dimengerti, misalnya dengan mengatakan “Aku tahu kamu merasa sangat kesal setelah hari yang ramai,” mereka merasa emosinya valid dan bukan sesuatu yang harus disembunyikan atau disalahkan. Ini mendukung kecerdasan emosional anak karena mereka belajar mengenali emosi mereka sendiri.

Orang tua yang sensitif sendiri sering kali baru menyadari sifat ini saat mengalami kehidupan setelah anak lahir dan belajar bahwa emosi anak yang kuat seringkali bukan sekadar “drama” atau pemaksaan. Menjelaskan kepada anak bahwa merasa lebih peka bukan berarti mereka lemah, tetapi bagian dari siapa mereka, membantu mereka mengembangkan self-awareness anak yang sehat sejak dini.

img_title Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit? Ini Penjelasan Medisnya

Bicarakan Perasaan Secara Sederhana dan Empatik

Anak sensitif sering kali merasakan emosi yang besar bahkan dari hal-hal yang tampak sepele untuk orang dewasa. Mendekati percakapan dengan empati — seperti menanyakan, “Bagaimana perasaanmu tentang ini?” — memberi mereka kesempatan mengekspresikan diri dengan aman tanpa rasa takut akan penilaian. Teknik ini membuka jalur komunikasi yang kuat dan membantu anak belajar membicarakan perasaan besar tanpa merasa salah.

Misalnya, ketika anak menunjukkan keengganan mengikuti permainan di luar karena merasa takut atau lelah, orang tua bisa bertanya dengan penuh perhatian tentang bagaimana situasi itu membuatnya merasa. Respon empatik seperti “Aku tahu itu membuatmu merasa tidak nyaman, mari kita pikirkan cara yang membuatmu merasa lebih baik,” membantu anak memahami emosi mereka dan melatih kemampuan regulasi diri.

Halaman Selanjutnya
img_title