Anak Sulit Bersyukur? Coba 5 Cara Ini Sejak Dini!

Anak belajar bersyukur ketika orang tua menunjukkan sikap menghargai
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/japanese-mother-son-praying_3276263.htm

Parenting, VIVA Mindset – Banyak orang tua pernah mengalami momen ketika anak tampak kurang menghargai apa yang mereka berikan seperti membuang makanan, cepat bosan dengan mainan baru, atau tidak mengucapkan “terima kasih” setelah mendapat hadiah. Alih-alih langsung menilai anak sebagai anak tidak tahu berterima kasih, artikel dari Discerning Parenting mengajak orang tua memahami penyebab di balik perilaku itu dan menerapkan strategi yang membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih bersyukur.

img_title Panduan Lengkap Pemberian MPASI Tepat Waktu untuk Mencegah Stunting pada Usia Tumbuh Emas

1. Jangan Langsung Labeli Perilaku

Perilaku yang tampak tidak bersyukur sering kali bukan cerminan sikap nyata anak terhadap pemberian orang tua. Anak yang melempar makanan, misalnya, bisa saja sedang merasa frustrasi, bosan, atau belum punya keterampilan ekspresi emosional anak untuk menyampaikan apa yang mereka rasakan. Oleh karena itu, langkah pertama bukan menghukum, tetapi melihat apa yang anak coba komunikasikan secara non-verbal.

img_title Penerapan Pengasuhan Positif dalam Membentuk Karakter dan Perkembangan Otak Anak Usia Dini

2. Ekspresi Syukur Itu Beragam

Setiap anak menunjukkan rasa terima kasih dengan cara yang berbeda. Ada yang ceria dan mengucapkan “terima kasih” dengan suara lantang, sementara yang lain mengekspresikannya dengan sederhana atau bahkan hening. Kedua cara ini tetap merupakan wujud syukur, hanya dalam format yang berbeda. Mengakui bahwa cara ungkapkan syukur anak bisa bermacam-macam membantu orang tua tidak buru-buru menarik kesimpulan negatif.

img_title Mengubah Pola Pengasuhan Anak Remaja: Menjadi Mentor dan Membangun Kemandirian Masa Depan

3. Sikap Syukur Perlu Diajarkan

Syukur bukanlah sesuatu yang otomatis dimiliki anak; ini perlu diajarkan dengan contoh dan praktik. Anak belajar dari lingkungan dan orang dewasa di sekitarnya, jadi ketika orang tua secara konsisten menunjukkan sikap menghargai hal-hal kecil seperti ucapan terima kasih saat menerima bantuan atau apresiasi terhadap tindakan baik anak itu membantu anak melihat bagaimana bersyukur itu dilakukan.

4. Menjadi Teladan yang Konsisten

Anak sangat pandai meniru perilaku orang dewasa. Jika mereka sering melihat orang tua mengeluh, membandingkan diri dengan orang lain, atau fokus pada hal-hal yang kurang, anak akan cenderung meniru pola pikir tersebut. Sebaliknya, ketika orang tua menunjukkan contoh perilaku positif dan mensyukuri hal-hal sederhana dalam hidup, anak juga lebih mungkin tumbuh dengan rasa syukur yang kuat.

Halaman Selanjutnya
img_title