Mengenal Fase Terrible Twos, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Ilustrasi anak sedang tantrum di fase Terrible Twos
Sumber :
  • https://www.akronchildrens.org/inside/2025/02/01/the-terrible-3s-arm-yourself-7-discipline-tools/

Parenting, VIVA Mindset –Fase Terrible Twos adalah tahap perkembangan anak 2 tahun, bisa mulai 18 bulan sampai 3 tahun. Banyak orang tua merasa kewalahan saat buah hatinya menginjak usia 2 hingga 3 tahun. Masa ini memang menantang, karena anak mulai berani menunjukkan kemauannya sendiri. Melansir panduan dari CDC dan pakar dari Akron Children’s Hospital, fase ini sebenarnya adalah momen emas bagi perkembangan emosional dan sosial anak yang sangat pesat, asalkan orang tua tahu cara mengarahkannya dengan tepat.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

7 Strategi Disiplin untuk Meredam Konflik

1.    Berikan Pilihan Terbatas: Alih-alih menyuruh "pakai baju!", tawarkanlah "kamu mau pakai baju biru atau merah?". Ini memberi anak rasa kendali yang mereka idamkan.

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

2.    Gunakan Pengalihan: Jika anak mulai melakukan hal berbahaya, segera alihkan perhatiannya ke aktivitas lain yang lebih menarik sebelum emosi meledak.

3.    Metode Time-Out yang Tepat: Jika perilaku sudah melampaui batas, time-out singkat bisa membantu anak menenangkan diri. Aturannya sederhana: satu menit untuk setiap tahun usia anak (misal: 3 menit untuk usia 3 tahun).

img_title Ayah Hadir, Anak Lebih Siap Menghadapi Masa Depan

4.    Abaikan Perilaku Cari Perhatian: CDC menekankan untuk membatasi perhatian pada tantrum. Jika anak berteriak hanya untuk menarik perhatian, cara terbaik adalah mendiamkannya hingga mereka tenang sendiri.

5.    Pujian yang Spesifik: Jangan pelit pujian. Saat mereka berhasil mengikuti instruksi atau membereskan mainan, berikan apresiasi yang tulus agar perilaku baik tersebut terulang kembali.

6.    Konsekuensi yang Logis: Jika anak melempar mainan, ambil mainan tersebut untuk sementara waktu. Ini mengajarkan hubungan sebab-akibat secara langsung.

7.    Jadilah Teladan: Anak adalah peniru ulung. Jika kita ingin anak tenang, kita harus menunjukkan cara mengelola emosi dengan tetap tenang di depan mereka.

Mengasuh balita di fase ajaib ini memang membutuhkan kesabaran ekstra. Namun, dengan pengawasan keamanan yang ketat dan alat disiplin yang edukatif orang tua bisa mengubah masa penuh drama ini menjadi kesempatan untuk membangun karakter anak yang tangguh dan mandiri. Ingat, tujuannya bukan untuk memenangkan perdebatan dengan anak, melainkan mengajari mereka cara mengelola emosi dengan benar.