Anak Tertutup? Begini Cara Efektif Berkomunikasi dengan Mereka

Komunikasi sehat antara ibu dan anak
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/makanan-cinta-kasih-rasa-sayang-8307484/

Parenting, VIVA MindsetMembangun komunikasi dengan anak tidaklah semudah yang kita bayangkan. Mereka melihat dan merasakan dunia dengan sudut pandang yang berbeda dengan orang dewasa. Dilansir dari verywellmind.com, anak lebih fokus pada saat sekarang, emosi, dan imajinasi. Bukan seperti orang dewasa yang fokus pada masa lalu dan masa depan. Anak-anak juga lebih banyak terhubung dengan kegiatan bersama seperti bermain, berpelukan, dan bercerita.

img_title Mengenal Ms. Rachel dan Metode Viralnya dalam Membantu Speech Delay Anak

Banyak anak yang tidak mau bercerita pada orang tua bukan karena mereka tidak suka, tetapi karena komunikasi yang dibangun kurang bersahabat dengan anak. Contohnya, anak takut akan dimarahi atau dinasehati ketika bercerita, anak takut dikritik, dan anak merasa diinterogasi oleh orang tua.

Jika Ayah dan Bunda ingin anak bercerita tanpa beban, perlu untuk mendengarkan mereka dengan empati. Cobalah mengingat kembali perasaan dan pengalaman saat seusia mereka. Ini membantu memahami dunia dari perspektif anak.

img_title Cara Mengatasi Anak Susah Makan dan GTM: Panduan Aturan Feeding Rules IDAI

Lalu, bagaimana cara yang efektif berkomunikasi dengan anak? Artikel ini akan menjelaskan cara-cara yang efektif agar anak mau terbuka dan senang bercerita dengan Ayah dan Bunda.

Lakukan 4 langkah untuk terhubung dengan anak

img_title Terlalu Sering Membentak Anak? Ini Dampak Buruk bagi Otak dan Solusi Memperbaikinya

Mulai percakapan dari hal sederhana, misalnya, bertanya tentang kegiatan anak saat ini, tingkatkan ketertarikan secara alami. Lalu tanyakan hal seperti: “Mau aku bantu?” atau “Mau aku temani main?”

Ayah dan Bunda bisa bangun koneksi lebih dalam jika anak mengundang untuk bermain bersama, ajukan pertanyaan terbuka seperti, “Apa yang mau kita buat?”

Lanjutkan obrolan dengan pertanyaan yang relevan, misalnya: “Gimana sekolah hari ini?” atau “Cerita tentang permainanmu tadi dong.”

Tujuan utamanya adalah untuk kenyamanan anak sehingga anak benarbenar merasa orang tua ingin bersama mereka.

Lakukan aktivitas yang bisa mempererat ikatan bersama anak

Ayah dan Bunda, agar komunikasi berjalan efektif, kita perlu mempererat hubungan dengan anak, salah satunya dengan cara bermain game keluarga bersama, membaca buku bersama, journaling, dan melakukan hobi bersama seperti menonton film atau memasak.

Ceritakan sedikit pengalaman Ayah dan Bunda kepada anak

Halaman Selanjutnya
img_title