Cara Praktis Toilet Training yang Membantu Anak Lebih Mandiri
- https://www.freepik.com/free-photo/full-shot-cute-kid-potty-training_23591428.htm
Parenting, VIVA Mindset –Toilet training anak merupakan cara melatih anak untuk mandiri dalam hal Buang Air Besar (BAB) dan Buang Air Kecil (BAK). Cara ini bisa dilakukan saat anak sudah menunjukkan kesiapan. Secara umum, usia toilet training ideal berada di rentang usia toddler, yaitu sektar 18-36 bulan. Namun, waktu terbaik untuk memulai bergantung pada kesiapan fisik dan perilaku anak.
Perlu diperhatikan bahwa memulai toilet training terlalu dini–tanpa memperhatikan kesiapan bisa memicu stres pada anak dan memperlambat keberhasilan. Oleh sebab itu, penting untuk mengenali tanda siap toilet training sebelum memulai proses latihan buang air kecil dan besar pada anak. Hal ini memastikan agar proses training lancar dan tidak memaksakan kehendak.
Tanda Siap Toilet Training Anak
Beberapa indikator bahwa anak sudah siap menjalani latihan buang air di toilet adalah sebagai berikut.
- Popok anak tetap kering selama 2 jam lebih atau setelah tidur siang.
- Anak mampu berjalan, duduk dengan stabil, dan bisa melepas serta memakai celana sendiri.
- Anak menunjukkan ketertarikan pada tolet. Misalnya, mengikuti orang tua ke kamar mandi.
- Anak bisa memberi tahu orang tua ketika ingin buang air kecil atau besar melalui kata-kata, gesture, atau menunjuk.
- Anak tampak tidak nyaman saat popok basah atau kotor atau mulai menunjukkan keinginan lepas popok.
Apabila beberapa tanda di atas mulai muncul, itu merupakan pertanda baik untuk memulai toilet training anak.
Cara Toilet Training Anak yang Efektif
Berikut tips toilet training untuk melatih anak BAK dan melatih anak BAB agar mandiri sejak dini.
- Perkenalkan toilet atau potty chair di lingkungan rumah. Biarkan anak duduk sambil berpakaian terlebih dahulu agar ia terbiasa.
- Ajak anak secara berkala ke toilet. Misalnya, setelah makan, bangun tidur atau sebelum tidur diajak untuk buang air kecil atau cuci tangan di toilet terlebih dahulu. Hal ini membantu anak untuk mengenali jadwal tubuhnya.
- Gunakan instruksi sederhana dan positif. Hindari kata-kata negatif, salah satunya dengan kata “jorok”. Sebaliknya, gunakan istilah yang lembut dan hormat terhadap proses pelatihan pada anak.
- Berikan dorongan dan pujian saat anak berhasil. Hal ini akan membantu membangun asosiatif positif dengan toilet.
- Bersabar dan hindari paksaan karena setiap anak memiliki ritme sendiri. Apabila belum siap, tunggu waktu hingga tanda kesiapan muncul.