8 Rahasia yang Jangan Dibahas di Depan Anak

Orang tua jaga sikap di depan anak
Sumber :
  • https://pixabay.com/id/photos/keluarga-negara-retro-koper-antik-4482764/

Parenting, VIVA Mindset –Anak-anak merekam segalanya. Mereka mungkin terlihat sibuk bermain. Padahal, mereka dengar dan serap setiap perkataan orang dewasa. Obrolan orang tua dengan demikian sangat mempengaruhi cara berpikir dan bersikap mereka.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

​Daftar Obrolan yang Perlu Dihindari

Dilansir dari akun Instagram @parentingasyik, berikut ini 8 topik sensitif yang sebaiknya tidak dibahas di depan anak. Setiap poin juga disertai contoh, dampaknya dan cara menangani dampak itu terhadap anak.

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

1. ​Masalah Keuangan Keluarga

Contoh: Ayah berkata, "Gaji bulan ini tidak cukup. Kita tidak bisa membeli mainan itu."

img_title Ayah Hadir, Anak Lebih Siap Menghadapi Masa Depan

Dampaknya: Anak menjadi takut dan cemas. Mereka mengaitkan diri dengan "tidak punya". Untuk itu, ajaklah anak belajar tentang proses menabung dan mengatur uang.

​2. Konflik dan Pertengkaran Orang Tua

Contoh: Ibu dan Ayah beradu argumen dengan suara keras di ruang tamu.

Dampaknya: Anak merasa tidak aman. Mereka menjadi bingung. Mari Moms, selesaikan masalah pribadi di tempat terpisah supaya anak tidak mengetahuinya.

​3. Gosip Tentang Keluarga atau Teman

​Contoh: "Lihat tetangga itu, bajunya norak sekali," kata Ibu pada Ayah.

Dampaknya: Anak belajar mengkritik. Mereka meniru perilaku gosip. Mulai sekarang, tunjukkan empati, meskipun ada perbedaan pendapat.

​4. Pembicaraan Orang Dewasa (20 tahun ke atas)

Contoh: Membicarakan detail masalah hubungan dewasa atau urusan intim.

Dampaknya: Anak menjadi penasaran. Mereka bingung dengan topik yang belum sesuai usia. Jadi jagalah hal-hal pribadi tetap menjadi privasi.

5. ​Membandingkan Kesuksesan Orang Lain

Contoh: "Anak Tante Rini sudah jadi manajer. Kamu kapan?"

Dampaknya: Anak mengaitkan harga diri dengan uang atau status. Maka fokus saja pada proses perkembangan diri anak. Hargai kebaikan dan usaha mereka sendiri.

​6. Menjadikan Kesalahan Orang Lain Jadi Lelucon

Contoh: Menertawakan teman yang jatuh di sekolah atau gagal ujian.

Dampaknya: Anak kehilangan empati. Mereka belajar mempermalukan orang lain. Mulailah mengajak anak mengambil pelajaran yang bijak dari setiap kejadian.

7. ​Komentar Tentang Fisik Seseorang

Contoh: "Dia gemuk sekali," kata Ibu saat melihat seseorang.

Dampaknya: Anak menyerap komentar negatif. Mereka bisa menjadi tidak percaya diri. Saatnya mengajarkan anak tentang kesehatan, bukan hanya penampilan.

​8. Berbicara Negatif Tentang Diri Sendiri

Contoh: "Aduh, Ibu memang bodoh, tidak becus mengerjakan ini." 

Dampaknya: Anak meniru ungkapan negatif. Mereka melihat kesalahan sebagai kegagalan total. Ayo Moms, jarkan bahwa kesalahan itu wajar. Fokus pada solusi yang sabar.

​Pesan Penting untuk Orang Tua

​Moms, pilihlah waktu khusus untuk bahasan sensitif. Pastikan anak sedang tidak berada di dekat Moms. Lingkungan komunikasi yang tenang itu penting. Hal ini membantu anak tumbuh aman dan percaya diri. Karena anak adalah peniru terbaik.

​Yuk, kita jaga perkataan di rumah. Ciptakan rumah yang damai dan positif bagi perkembangan si kecil.