Benarkah Anak Picky Eater Karena Genetik? Ini Faktanya
- https://unsplash.com/id/foto/seorang-anak-laki-laki-duduk-di-meja-makan-donat-cokelat-oqGCXGb-FmU
Parenting, VIVA Mindset –Dalam dunia parenting, salah satu tantangan yang sering muncul adalah ketika anak menunjukkan perilaku pemilih makan. Apakah ini hanya soal kebiasaan atau bisa memiliki akar lebih dalam? Ternyata, menurut penelitian terbaru yang dibahas dalam artikel dari Parents berjudul “Can Picky Eating Actually Be Genetic?”, terdapat bukti bahwa kecenderungan anak menjadi pemilih makan bisa sebagian besar dipengaruhi oleh faktor genetik.
Mengapa Bisa Genetik?
Penelitian yang dilakukan oleh tim dari University College London (UCL), King’s College London, dan University of Leeds mengamati data dari 4.804 anak kembar di Inggris, yang lahir tahun 2007. Data dikumpulkan melalui kuesioner saat usia 16 bulan, 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, hingga 13 tahun.
Mereka menemukan bahwa anak‐anak kembar identik (share 100 % genetik) cenderung memiliki perilaku makan yang lebih mirip dibandingkan anak‐anak kembar non‐identik (share sekitar 50 %). Hal ini mengindikasikan bahwa gen memainkan peranan besar dalam perilaku pemilih makan.
Meski gen memiliki pengaruh besar, lingkungan tempat anak tumbuh tetap punya peran penting. Pada masa toddler–usia dini, lingkungan bersama (shared environment) seperti rutin makan bersama, suasana meja makan, model orang tua, masih memberikan pengaruh. Namun penelitian menunjukkan bahwa seiring usia anak bertambah, pengaruh lingkungan unik (non‐shared) seperti teman sebaya, pengalaman pribadi, penyakit, juga menjadi faktor penting.
Dengan kata lain “nature” dan “nurture” keduanya ikut membentuk bagaimana anak memilih makanannya.
Strategi Praktis Membantu Anak Pemilih Makan
- Tawarkan variasi makanan. Sediakan 2–3 makanan yang sudah dikenal anak dan dia konsumsi dengan nyaman, lalu tambahkan 2–3 makanan yang lebih jarang dicoba. Tetap tawarkan meski awalnya ditolak penolakan awal bukan akhir dari proses.
- Libatkan anak dalam proses makan. Mulai dari memilih sayuran baru, membantu menyiapkan atau menyajikan makanan. Keterlibatan ini dapat meningkatkan rasa kontrol anak dan minatnya terhadap makanan.
- Pertahankan standar gizi. Hindari mengganti makanan sehat dengan opsi tidak sehat sebagai kompensasi karena anak menolak. Ini dapat memperkuat pola makan pemilih.
- Kenali kondisi yang mungkin lebih serius. Jika anak terus‐menerus tidak makan, mengalami kesulitan mengunyah atau menelan, atau pertumbuhannya terhambat, segera konsultasi ke profesional. Mungkin ada gangguan makan atau perkembangan yang lebih serius.