4 Cara Mendidik Anak Cowok Sadar Tanggung Jawab dan Perannya
- Sumber: trungkang/ https://pixabay.com/id/photos/anak-anak-anak-laki-laki-bermain-7782100/
Parenting, VIVA Mindset – Banyak orang tua mendidik anak cowok atau anak laki-laki hanya agar "jantan," "sukses," "tidak kalah dari perempuan," atau "bisa memimpin."
Bersumber dari @akademikeluarga di Instagram, tujuan ini belum lengkap. Ada tujuan jangka panjang yang lebih esensial. Tujuan itu adalah membentuk cowok yang sadar tanggung jawab dan perannya. Singkatnya: anak laki-laki yang tumbuh tidak patriarki.
Budaya patriarki (dominasi laki-laki) masih ada di sekitar kita. Kabar baiknya, kita bisa menguranginya sejak sedini mungkin. Caranya melalui pola asuh.
Mendidik anak laki-laki tidak sekadar untuk sukses atau punya karier tinggi. Kita perlu membentuk mereka menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan mau menghargai.
Contoh:
- Di rumah, biasakan anak cowok berbagi tugas domestik. Jangan biarkan mereka berpikir bahwa mencuci piring atau menyapu adalah "urusan perempuan" saja. Misalnya, setelah makan malam, minta anak ikut membereskan meja. Saat akhir pekan, ajak mereka mencuci motor atau merapikan kamar. Ini mengajarkan bahwa urusan rumah adalah tanggung jawab bersama.
- Latih mereka mengungkapkan perasaan. Marah itu boleh, tapi ajarkan untuk tidak berteriak atau mendiamkan orang berhari-hari. Misalnya, saat anak kesal karena gagal dalam permainan, ajak dia bicara. Tanyakan perasaannya. Tunjukkan bahwa menangis atau kecewa adalah hal normal.
- Latih juga empati sejak dini. Ajak anak merasakan perasaan orang lain. Contohnya, saat melihat temannya terjatuh, ajak dia menolong dan tanyakan, "Bagaimana rasanya kalau kamu yang jatuh?"
- Terakhir, ajari anak dengan cara yang lembut namun tegas. Ini sangat penting. Anak tidak akan tumbuh menjadi suami yang merasa "lebih tinggi" dari istrinya kelak. Ia akan tumbuh menjadi sosok yang tahu kapan harus memimpin. Ia juga tahu kapan harus mendengarkan.
Berbagai contoh di atas dapat menghasilkan anak cowok yang terbiasa dengan sikap berikut.
- Tidak gengsi untuk minta maaf.
- Bisa mengobrol tanpa merendahkan orang lain.
- Paham bahwa pasangannya kelak adalah partner, bukan pelayan.
Semua ini dimulai dari cara kita mendidiknya hari ini. Mari kita ciptakan generasi laki-laki yang bertanggung jawab dan menghargai kesetaraan.