7 Tips Jitu agar Anak Tumbuh Jadi Bilingual

Seorang anak menunjukkan frasa bahasa asing
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/schoolgirl-presenting-foreign-phrases-blackboard_10675973.htm

Parenting, VIVA Mindset –Menjadi seorang bilingual merupakan keterampilan yang sangat penting. Namun, untuk membantu anak menjadi bilingual tentu dibutuhkan cara dan strategi yang tepat. Berikut beberapa tips membesarkan anak menjadi seorang bilingual, dilansir dari National Childbirth Trust.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

1.      Mendidik anak menjadi bilingual dapat dilakukan sejak bayi

Jangan pernah ragu untuk memulai. Anak-anak mampu menyerap bahasa dengan baik sejak ia lahir hingga berusia tiga tahun. Memiliki kemampuan bilingual juga merupakan keterampilan hidup yang berharga. Jadi, jika Anda menginginkan agar anak tumbuh menjadi bilingual, mulailah berbicara dengan mereka dalam dua bahasa sesaat setelah mereka lahir.

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

2.      Namun, hal itu juga bisa dilakukan setelah anak sudah besar

Tak perlu panik jika anak sudah melewati masa balita namun belum lancar berbicara dalam bahasa kedua. Masih belum terlambat untuk mengajari mereka. Usia antara empat hingga tujuh tahun adalah waktu terbaik kedua (setelah bayi baru lahir hingga usia tiga tahun) untuk mengajarkan bahasa kedua pada anak. Sementara waktu terbaik ketiga adalah saat anak berusia antara delapan hingga mulai pubertas.

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

3.      Abaikan mitos seputar anak bilingual

Mungkin akan ada beberapa oranh yang bilang bahwa mengajari anak dua bahasa malah “membingungkan” mereka. Beberapa orang mungkin juga akan berpikir bahwa mempelajari bahasa kedua saat anak mulai belajar berbicara akan menghambat perkembangan bahasa mereka. Padahal dua hal tersebut hanyalah mitos.

4.      Jangan khawatir jika anak mencampur dua bahasa

Tak masalah jika anak mencampurkan dua bahasa, hal tersebut kemungkinan besar hanya sementara. Biarkan mereka menemukan jawabannya sendiri dan jangan ambil pusing. Perlahan mereka akan mengerti dan berbicara dalam kedua bahasa dengan lancar.

5.      Bawa anak masuk ke kelompok bermain bilingual

Sebaiknya pilih kelompok bermain yang fokus pada bahasa kedua yang jarang digunakan dalam aktivitas anak sehari-hari. Hal ini bertujuan agar mereka lebih terpapar dengan bahasa tersebut.

Jika kelompok bermain tersebut tidak ada di daerah Anda, cobalah untuk memulainya sendiri. Apabila anak merasa mereka membutuhkannya, mereka akan semakin merasa bahwa berbicara dalam bahasa tersebut memiliki tujuan sehingga mereka lebih tertarik untuk mempelajarinya.

Halaman Selanjutnya
img_title