Bahaya Keterlambatan Bicara Mengintai Anak yang Sering Main Gadget
- ParentiPacek/https://pixabay.com/id/photos/keibuan-masa-kanak-kanak-4624889/
Parenting, VIVA Mindset – Anak sering diberi gadget ketika orang tua sedang sibuk. Tujuannya agar anak tidak rewel atau mengganggu kesibukan orang tuanya. Sesekali memberi gadget mungkin wajar. Namun orang tua wajib waspada. Kebiasaan ini sangat berisiko.
Batasan Aman untuk Si Kecil
Dilansir dari @alodokter_id di Instagram, gadget memang praktis untuk hiburan. Tapi jika terlalu sering dan lama, bahayanya cukup besar. Salah satu risiko utamanya adalah keterlambatan bicara atau speech delay. Anak jadi jarang mengobrol. Kesempatan anak belajar bicara berkurang drastis.
Seharusnya anak usia 6 bulan sudah mulai mengoceh. Kosakata anak akan cepat berkembang. Itu terjadi jika anak sering diajak berbicara, bergurau atau bermain. Sering menatap layar membuat anak kurang fokus. Konsentrasinya juga berkurang. Interaksi sosial anak pasti menurun.
Anak bisa menjadi lebih pendiam. Mereka malas mencoba kata-kata baru. Rasa percaya diri untuk berbicara pun minim. Contohnya begini: Ibu sedang memasak. Anak diberi tablet agar diam. Anak duduk tenang menonton. Ibu tidak mengajak bicara atau bertanya. Ini mengurangi waktu berharga untuk komunikasi lisan.
Solusi Tepat: Ajakan Mengobrol Lebih Berharga
Daripada memberi gadget, ajak anak mengobrol secara rutin. Buat anak semangat untuk belajar bicara. Gunakan kata-kata yang utuh dan jelas. Tunjukan perubahan ekspresi wajah dan gerak tubuh yang mendukung. Semua usaha ini dapat membuat anak lebih mudah memahami.
Contoh mudahnya: Ajak anak menunjuk benda di sekitar. Lalu sebutkan namanya dengan jelas. Tanyakan apa yang anak rasakan. Gunakan intonasi yang menarik. Aktivitas ini jauh lebih baik.
Lalu, bolehkah anak sesekali diberi gadget? Boleh, tapi dibatasi waktunya. Tunggu sampai anak berusia 2 tahun. Untuk usia 2-4 tahun, batas maksimalnya 1 jam per hari. Untuk usia 5 tahun ke atas, maksimalnya 2 jam per hari. Gadget hanya boleh jadi hiburan selingan. Bukan mainan atau hiburan utama.
Penggunaan gadget masih diperbolehkan untuk komunikasi lewat video call. Selebihnya, batasi penggunaannya dengan bijak.
Waspadai jika anak sering tantrum tanpa gadget. Anak jadi malas berinteraksi. Anak mengalami speech delay. Jika ini terjadi, segera konsultasikan ke dokter. Jagalah tumbuh kembang bicara Si Kecil. Ingat, kata-kata adalah jendela dunia bagi anak!