3 Cara Koreksi Kesalahan Anak Tanpa Ngomel

Anak mau gosok gigi sebelum tidur
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/balita-lucu-menyikat-gigi-di-kamar-mandi-anak-laki-laki-kecil-berdiri-di-bangku-di-depan-cermin-4y-jwt-OjKc

Parenting, VIVA MindsetMomen anak berbuat salah seringkali memicu emosi. Orang tua harus mengeluh dada, memanjangkan usus. Coba lihat dari sudut pandang berbeda. Jadikanlah itu sebagai peluang belajar yang berharga.

img_title Wajib Tahu! Cara Asyik Ajari Anak Menulis dan Berhitung

 

Daripada ngomel, dikutip dari @parentingberdua di Instagram, coba terapkan 3 metode koreksi yang lebih efektif dan menenangkan ini:

img_title Seni Mengajar Tanpa Membuat Anak Tertekan

 

  1. Ungkapkan Kekecewaan, Jelaskan Dampaknya
img_title Membangun Kebiasaan Membaca Sejak Usia Dini untuk Masa Depan Anak

Sampaikan rasa kecewamu dengan lembut. Tujuannya agar anak tahu perilakunya kurang baik. Jelaskan mengapa tindakan itu merugikan. Hal ini penting. Bukan hanya menuntut kepatuhan buta.

Contoh anak lupa menyikat gigi sebelum tidur.

-        Tariklah nafas pelan sambil berkata, "Ayah sedih lihat kamu lupa sikat gigi."

-        "Gigi bisa sakit lho, Nak. Nanti kita susah makan es krim."

Anak berbohong tentang tugas sekolah.

-        "Ibu kecewa kamu tidak jujur tadi."

-        "Berbohong itu tidak baik. Orang lain jadi sulit percaya kita."

 

  1. ​Koreksi dan Beri Contoh yang Benar

Tunjukkan langsung cara yang benar. Hal ini merupakan pengajaran yang kuat. Anak belajar dari apa yang ia lihat. Koreksi sambil memberikan contoh nyata. Ini lebih mudah dipahami anak.

Contoh anak shalat terburu-buru.

-        "Kak, lihat Ibu salat. Gerakannya pelan dan tenang ya."

-        "Begini cara shalat yang khusyuk. Ikuti Ibu sekarang."

Anak meletakkan mainan sembarangan.

-        "Nak, mainan ditaruh di kotak ini. Lihat Ibu melakukannya."

-        "Kalau rapi, kita mudah mencari mainan lagi."

 

  1. ​Bertanya, Ajak Anak Berpikir Kritis

Ajak anak berdiskusi. Gunakan pertanyaan untuk memancing pemikirannya. Bantu anak menemukan kesalahan dan solusinya sendiri. Ini mengajarkan empati dan tanggung jawab.

Contoh anak merusak barang temannya.

-        "Kalau barang milikmu dirusak teman, bagaimana perasaanmu?" (Mengajarkan empati)

-        "Menurutmu, apa yang harus kita lakukan sekarang?" (Mengajarkan tanggung jawab)

Anak membuang sampah sembarangan.

-        "Apa jadinya kalau semua orang membuang sampah di lantai?"

-        "Di mana tempat sampah yang benar?"

 

​Mempraktikkan 3 cara ini memang tidak mudah. Kamu butuh kesabaran ekstra. Apalagi saat lelah mengurus rumah tangga. Ingatlah bahwa setiap kesalahan adalah gerbang menuju kebijaksanaan. Kelola marahmu. Dampingi anak dengan tenang dan kalem. Rumah pun terasa lebih damai. Mari kita mulai melatih diri hari ini.