Yuk Kenali Speech Delay pada Balita

Pentingnya mengetahui penyebab speech delay pada anak sejak dini
Sumber :
  • https://www.freepik.com/free-photo/little-boy-enjoy-talking-with-megaphone_5388994.htm

Parenting, VIVA Mindset –Setiap anak berkembang dengan ritme yang berbeda. Namun sebagai orang tua, wajar bila kita cemas ketika si kecil tampak tertinggal dalam bicara. 

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

Bicara tentang tonggak perkembangan (milestones) bahasa, anak berusia 12 hingga 18 bulan biasanya mulai mengubah gumaman mereka menjadi kata sederhana seperti “mama”, “papa”, atau kata benda harian. Mereka mulai meniru bunyi, mengikuti percakapan sederhana, dan menggunakan gestur untuk berkomunikasi. Saat usia 18 hingga 24 bulan, anak idealnya mulai menggunakan dua kata sederhana seperti “mau makan”, “ayo jalan”, dan bisa mengenali benda sekitar lewat nama seperti “bola” atau “mobil”. Jika pada rentang itu kosa katanya sangat terbatas, atau anak tampak sulit memahami perintah sederhana, bisa jadi itu sinyal speech delay. 

Memasuki usia 2 hingga 3 tahun, anak biasanya mengalami ledakan kosa kata, mulai merangkai kalimat sederhana, meniru lagu atau cerita, serta menggabungkan tiga kata atau lebih dalam ucapannya, meski tata bahasa belum sempurna. Jika anak belum bergerak ke arah ini, atau bicara tidak semakin jelas dari waktu ke waktu, orang tua perlu mencermati lebih serius. 

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

Dikutip dari Parents.com penyebab speech delay bisa sangat variatif. Faktor genetik, gangguan pendengaran ringan, kondisi medis tertentu, misalnya gangguan otot mulut, lingkungan bilingual, atau anak yang tumbuh di rumah di mana orang tua dan saudara jarang berbicara. Juga, anak yang punya kakak yang sudah besar kadang menjadi “penonton pasif” artinya orang lain sering berbicara untuk mereka, mengurangi kesempatan anak untuk bicara sendiri. 

Lalu, apa yang bisa orang tua lakukan? Langkah pertama adalah memastikan bahwa anak tidak punya masalah pendengaran dengan pemeriksaan medis. Berikutnya, orang tua dapat mendukung perkembangan bahasa lewat stimulasi harian, berbicara perlahan dan jelas, memberi pertanyaan sederhana yang mengundang jawaban, membacakan buku gambar bersama, dan memberikan waktu bicara dalam rutinitas keluarga. Jika sejak umur tertentu perkembangan bahasa tak mengalami kemajuan, lebih baik segera konsultasi ke profesional (terapis wicara / speech therapist).

img_title Tanda Keterlambatan Motorik Bayi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Intinya, speech delay pada balita sering bisa diatasi dengan intervensi tepat waktu dan lingkungan stimulatif. Kesabaran, observasi, dan tindakan dini bisa membuat perbedaan besar bagi kemampuan bicara dan percaya dirinya di masa depan.