5 Cara Jitu Didik Anak Anda Menjadi Polyglot
- https://www.fluentin3months.com/raising-bilingual-children/
Parenting, VIVA Mindset – Mendidik polyglot atau mendidik anak yang mampu fasih berbicara dengan banyak bahasa adalah hal yang sangat mungkin dilakukan. Membesarkan anak polyglot tidak harus dengan orang tua blasteran, atau orang tua campuran dalam negeri dan luar negeri. Mendidik polyglot adalah buah kerjasama orang tua dan anak, konsistensi pendidikan yang dikemas dalam permainan atau permainan yang dijadikan media pendidikan dan pembelajaran.
Menjadi polyglot adalah cita-cita besar. Anak anda tidak hanya berbicara dengan bahasa ibu atau bahasa nasional. Bahkan, dengan kemampuannya bisa beragam bahasa, mampu menghantarkannya kepada kesuksesan dan kebermanfaatan sosial-akademis. Berikut 5 cara jitu mendidik anak untuk menjadi polyglot. Meskipun, baik ayah dan ibu bukanlah seorang blasteran!
1. Mulailah sedari dini
Latih anak anda sedari dini. Bahkan mungkin semenjak masih dalam kandungan. Anda bisa memperdengarkan beberapa macam audio berbahasa asing yang ingin anda tuju, atau bisa anda perdengarkan musik lembut berbahasa asing. Hal ini, akan menjadi awal pemicu anak anda menyukai belajar bahasa
Namun, perlu menjadi perhatian bagi para orang tua yang ingin mendidik anaknya menjadi polyglot. Pada usia dini, tetap ajarkan anak anda bahasa ibu. Jika anda orang Indonesia, tetap ajarkan tata bicara berbahasa Indonesia, bisa ditambah dengan bahasa tradisional, seperti Jawa, Sunda, Batak atau lainnya.
Bisa anda Hal ini dilakukan, agar anak anda tetap tidak asing dengan kampung halamannya. Agar anak anda tidak menjadi orang asing di rumahnya. Tetap ajarkan anak anda identitas bahasa ibu mereka. Karena, kemanapun sukses ragam bahasa membawanya, anak anda akan tetap pulang ke kampung halamannya.
Kisaran usia 4-5 tahun, jika anak anda sudah fasih berbahasa ibu. Anda bisa memulai melatihnya dengan kosakata-kosakata baru berbahasa inggris. Anda bisa memulainya dengan banyak program, baik dari permainan yang anda belikan, games atau puzzle yang disusun. Kenalkan sedikit demi sedikit kosakata untuk memperkaya kata dan kalimatnya.
2. Berikan alasan dan ciptakan tujuan
Jika anak anda sudah mulai dilatih berbahasa asing. Berikan pemahaman alasan kenapa ayah bunda mendidiknya menjadi polyglot. Berikan alasan pentingnya dan senangnya belajar berbahasa. Terutama bahasa asing. Alasan yang dibuat tidak perlu muluk-muluk. Cukup alasan sederhana seperti travelling keluar negeri, mengunjungi tokoh-tokoh favorit luar negerinya, atau bahkan karena mendengarkan musik-musik berbahasa asing
Dan apabila program yang orang tua jalankan berjalan massif. Orang tua bisa mengenalkan ragam pendidikan, beasiswa, program petukaran pelajar, atau bahkan cara menemukan kawan sahabat pena internasional (pen-pal). Berikan anak anda ragam mimpi dan cita. Dari hal itulah, anak anda akan semakin tertarik mempelajari ragam bahasa. Baginya, belajar bahasa sama saja dengan bermain dan mengenal banyak hal di dunia
3. Ciptakan lingkungan positif sadar berbahasa
Tentu mendidik tidak hanya dari teori dan buku. Tetapi juga lingkungan supportif sadar akan bahasa. Jika anda ingin mendidik anak anda menjadi polyglot, setidaknya anda menjadi semi-polyglot. Karena secara tidak langsung, anda harus berbicara dengan anak anda dengan bahasa asing.
Anda bisa gunakan metode OPOL (One Parent One Language). Metode yang disebut efektif dalam mendidik polyglot ini adalah metode yang melibatkan setiap orang tua untuk konsisten berbicara dengan bahasa tertentu kepada anak. Misalkan, jika si ayah selalu berbicara bahasa inggris, dan ibu dengan bahasa arab. Maka, anak anda akan belajar dari keduanya.
Metode ini bisa anda susun dengan lebih rileks. Tidak perlu 24 jam dalam sehari. Tetapi, beberapa jam rutin dalam satu hari. Misalkan di waktu malam hari dalam satu hari, 2 hari sekali, atau menyesuaikan kreativitas dan komitmen orang tua untuk menciptakan lingkungan yang mendukung
4. Konsistensi dalam melakukan segala tahapan
Konsisten. Adalah kunci segala hal. Jika anda menggunakan metode OPOL, metode ini akan berhasil jika anda konsisten. Atau jika anda menggunakan metode lain, tentu metode tersebut tetap akan sukses jika anda konsisten. Konsisten lahir dari moralitas orang tua untuk terus melanjutkan mendidik anak menjadi polyglot.
Konsistensi orang tua lahir dari kesabaran orang tua dalam mendidik. Selain mengingat kembali tujuan mendidik anak menjadi polyglot. Kesabaran adalah bentuk dari dukungan emosional orang tua kepada sang anak. Karena bisa jadi suatu hari nanti anak anda akan merasa bosan dengan banyak bahasa. Kemas konsistensi orang tua menjadi gaya hidup.
5. Dukung anak secara materiil
Mendukung secara materiil tentu berkaitan dengan keuangan. Mendidik perlu dengan segenap modal. Dukungan keuangan tersebut bisa diwujudkan dalam dukungan orang tua kepada anak untuk mengikuti banyak program sosial kelas bahasa, bertemu dan bercakap dengan turis yang mungkin tidak sengaja ditemui, atau bahkan mendukung anak untuk mengikuti program internasional atau forum diskusi berbahasa asing.
Selain itu, jika anda memiliki materii berlebih atau anda bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Anda bisa ajak anak anda untuk melakukan perjalanan. Perjalanan ke tempat-tempat yang lekat dengan bahasa asing. Ajarkan anak anda dalam bermasyarakat dan langsung praktek berbicara di tempat publik. Agar anak anda mengetahui dan mempelajari bahwa dunia dengan bahasa asing tidaklah hanya dalam rumahnya.
Berikut 5 cara jitu bagi orang tua jika anda berminat untuk mendidiknya menjadi seorang polyglot. Menjadi seorang polyglot tidak hanya seorang yang paham banyak bahasa. Tetapi, seorang polyglot adalah seorang narahubung suatu budaya, suatu keragaman, tradisi, literature atau bahkan kepentingan negara dan bangsa sekalipun. Selain itu, anak anda mampu menciptakan jejaring skala nasional hingga internasional, memiliki relasi dan kolega mendunia bukanlah hal yang mustahil, jika orang tua mendukung sepenuhnya.