Ajak Anak Jago Menyelesaikan Masalah

Ajari anak memakai sepatu sendiri sangat penting.
Sumber :
  • congerdesign/ https://pixabay.com/id/photos/anak-gadis-mengikat-sepatu-4818426/

Parenting, VIVA Mindset –Bunda, Ayah, apakah sering melihat anak langsung mengeluh saat ada masalah? Atau justru langsung menyerah sebelum mencoba?

img_title Mengubah Pola Pengasuhan Anak Remaja: Menjadi Mentor dan Membangun Kemandirian Masa Depan

Keberadaan orang tua  tidak selalu di samping anak-anaknya. Anak pada saatnya akan terpisah dari orang tuanya. Anak harus bisa mengatasi sendiri masalahnya.

Menurut @cutnyak.trosman di Instagram, hal itu tanda mereka butuh belajar Problem Solving.

img_title Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit? Ini Penjelasan Medisnya

​Bukan tugas Bunda dan Ayah untuk menyelesaikan semua masalah mereka. Tapi, Bunda dan Ayah bisa membekali anak-anak dengan cara berpikir yang tepat.

​Bagaimana caranya? Ini 6 langkah yang bisa Bunda dan Ayah ajarkan:

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting
  1. Kenali Masalah dengan Jelas

Ajak anak mendeskripsikan masalahnya. Contoh: "Sepatu bolong, jadi tidak bisa dipakai." Bukan sekadar "Aku kesal sepatuku rusak."

  1. ​Bedakan Masalah dan Emosi

Tanyakan perasaan mereka. Validasi perasaan itu. Lalu, kembalikan fokus ke masalahnya.

Contoh: "Wajar kalau sedih sepatunya rusak. Tapi sekarang, apa masalahnya?"

  1. ​Brainstorming Ide

Dorong mereka untuk mencari ide solusi sebanyak mungkin. Biarkan mereka berimajinasi.

Contoh: "Lem, dijahit, atau beli baru?" Semua ide valid.

  1. ​Pilih Solusi Terbaik

Bantu anak menimbang. Pilih solusi yang paling masuk akal.

Contoh: "Mana yang paling mudah dilakukan sekarang?"

  1. ​Uji Coba dan Evaluasi

Ajak anak mencoba solusi yang dipilih. Setelah itu, diskusikan hasilnya.

Contoh: "Lemnya kuat tidak? Kalau tidak, coba solusi lain."

  1. ​Belajar dari Pengalaman

Tegaskan, gagal itu biasa. Gagal bukan akhir. Itu bagian dari proses belajar.

Contoh: "Sepatunya masih bolong? Tidak apa-apa. Sekarang kita tahu lemnya tidak cocok. Kita coba solusi lain."

​Membiasakan anak menyelesaikan masalah akan membuat mereka tangguh. Anak-anak akan mandiri dan siap menghadapi tantangan hidup. Mulai sekarang, jangan selesaikan masalah anak. Ajak mereka untuk menjadi bagian dari solusi.