4 Tahapan Mengajar Keuangan pada Anak Sesuai Usia

Mengajar keuangan pada anak
Sumber :
  • https://unsplash.com/photos/girl-wearing-black-sweatshirt-playing-toy-car-flVuw7nbzmM

Parenting, VIVA Mindset –Mengajarkan nilai uang sejak dini kepada anak adalah salah satu bekal penting dalam membentuk karakter anak. Dengan cara mengajar keuangan yang tepat, anak akan memahami arti uang, menggunakannya secara bijak, dan bertanggung jawab atas pilihan yang mereka buat. Peran orang tua dalam mengajar keuangan kepada anak sesuai usia dapat dilakukan melalui tahapan berikut.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

 

  1. Memperkenalkan Konsep Uang (Usia 3-6)
img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Di usia ini, orang tua bisa mengajarkan anak tentang uang dengan cara sederhana. Contohnya seperti mengenalkan koin dan uang kertas melalui permainan. Orang tua juga bisa mengajak anak bermain peran dengan berbelanja menggunakan uang mainan agar anak terbiasa memahami bahwa barang memiliki nilai tertentu. Aktivitas sederhana ini adalah langkah awal keuangan anak untuk belajar mengenal fungsi dasar uang.

 

img_title Ayah Hadir, Anak Lebih Siap Menghadapi Masa Depan
  1. Mengajari Arti Nilai Barang (Usia 7-9)

Saat anak mulai bisa menghitung, orang tua dapat mengajak mereka berbelanja dan menunjukkan perbedaan harga antar barang. Dengan begitu, anak belajar bahwa uang tidak bisa digunakan sembarangan. Melibatkan anak dalam kegiatan belanja sehari-hari juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam mengajar keuangan secara sederhana di rumah.

 

  1. Menghasilkan dan Menabung Uang (Usia 10-14)

Memasuki usia remaja awal, orang tua sudah bisa memulai untuk mengajarkan anak tentang cara mendapatkan uang sederhana, misalnya sebagai penghargaan atas kerja keras atau berjualan barang kecil-kecilan. Kemudian, orang tua bisa mendorong anak untuk menabung sebagian dari uang mereka. Langkah ini memperkuat dasar keuangan anak agar lebih terarah di masa depan.

 

  1. Memahami Konsep Budgeting dan Nilai Berbagi (Usia 15 Tahun ke Atas)

Saat anak mulai bisa memahami cara menghasilkan uang dari kegiatan mereka sendiri, peran orang tua penting untuk mengajarkan budgeting. Anak bisa diajak membagi uangnya menjadi beberapa bagian, seperti untuk kebutuhan, tabungan, dan berbagi. Pembiasaan budgeting membantu anak mengatur uang sekaligus menumbuhkan rasa empati untuk memberi.

 

Mengajarkan nilai uang pada anak bukan hanya soal menghitung, tapi juga menanamkan kebiasaan dan sikap yang baik terhadap uang. Dengan memperhatikan tahapan usia, orang tua bisa secara bertahap mengenalkan konsep uang kepada anak hingga mereka mampu mengatur uang secara bijak. Dengan begitu, anak bisa tumbuh menjadi bagian dari keluarga pintar yang mampu mengelola keuangan secara sehat dan bijak.