3 Tips Perpisahan yang Menenangkan Anak

Ibu berpamitan dan memeluk putrinya sebelum pergi bekerja.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/seorang-ibu-mencium-anaknya-3760279/

Parenting, VIVA Mindset – Pernahkah kamu harus pergi, dan si kecil langsung menangis histeris? Rasanya sedih dan serba salah, ya. Kamu tidak tega melihatnya menangis. Sementara di sisi lain, kamu harus segera menyelesaikan urusan di tempat lain.

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

Jangan Pergi Diam-Diam

Dilansir dari @duniaparentingdotid di Instagram, itu adalah fase normal dalam perkembangan otak anak. Biasanya, ini dimulai sekitar usia 8 bulan. Anak mulai mengenali orang terdekatnya. Anak-anak merasa cemas saat merasa ditinggalkan.

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

​Sering kali orang tua memilih pergi diam-diam. Tujuannya agar anak tidak menangis. Padahal, ini justru bisa membuat anak trauma. Otak anak menganggap hal ini sebagai ancaman. Anak merasa dibohongi. Akibatnya, anak jadi semakin sulit untuk ditinggal.

​Lalu, bagaimana solusinya? Ciptakan ritual perpisahan. Ritual ini membantu anak merasa aman.

img_title Tanda Keterlambatan Motorik Bayi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

​3 Tips Ritual Perpisahan

1.      Beritahu anak dengan jelas dan sederhana.

Dekati anak dan ajaklah bicara. Gunakan kata-kata sederhana. Memberitahu anak membuat anak merasa diperhatikan, bukan diabaikan.

Contoh: "Ayah pergi kerja dulu. Nanti ada Nenek di sini sampai Ayah pulang."

2.      ​Ucapkan 'dadah' dengan tulus.

Berikan pelukan hangat selama beberapa detik. Kemudian lambaikan tangan sambil tersenyum. Ini menunjukkan bahwa kamu akan kembali.

3.      ​Tepati janji saat kembali.

Sapa anak dengan gembira. Tunjukkan ekspresi wajahmu yang takjub melihatnya. Tularkan bahagiamu pada anak dengan tulus.

Contoh: "Terima kasih, Adik sudah main sendiri. Sekarang Ayah temani!"

​Ritual perpisahan bukan hanya menenangkan anak. Ritual ini juga mencegah otak anak membentuk memori negatif. Mereka tidak akan menganggap perpisahan sebagai hal yang menyakitkan. Sebaliknya, mereka akan belajar bahwa perpisahan itu sementara. Satu hal yang terpenting, orang tuanya pasti akan kembali.

​Dengan cara ini, kamu mendukung kecerdasan emosional anak. Anak akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih tangguh dan percaya diri. Jadi, jangan ragu mencoba ritual ini, ya. Selamat mencoba!