Dunia Paralel dalam Everything Everywhere All at Once, Apa Sebenarnya yang Terjadi?

Evelyn dalam perjalanan menghadapi multiverse.
Sumber :
  • https://www.radiotimes.com/movies/everything-everywhere-all-at-once-ending-explained/

Dari sinilah konflik utama film berkembang. Jobu tidak sekadar ingin menghancurkan satu dunia, tetapi ingin mengakhiri semuanya melalui sebuah objek berbentuk bagel yang kemudian dikenal sebagai Everything Bagel.

img_title Teaser Animasi Timun Mas Tuai Pujian Warganet, Digarap Tanpa Bantuan AI

 

Apa Makna Everything Bagel?

img_title Deretan Film dan Series Internasional yang Tayang Sepanjang Oktober 2026

Everything Bagel menjadi simbol dari pandangan nihilistik Jobu Tupaki. Semua hal yang ada di dunia dimasukkan ke dalam satu bagel hingga tidak ada lagi yang terasa memiliki arti.

Dikutip dari fastcompany.com, para pembuat film memang menggunakan multiverse untuk mempertanyakan apakah sesuatu masih memiliki makna ketika semua kemungkinan kehidupan dapat terjadi sekaligus. Konsep tersebut menjadi salah satu persoalan filosofis utama yang ingin dieksplorasi dalam film.

img_title Lili Reinhart Beri Penghormatan ke Ikon Romcom Sepanjang Tur Promosi The Love Hypothesis

Namun, film kemudian memberikan jawaban yang berlawanan. Jika semua kemungkinan memang ada, bukan berarti kehidupan menjadi tidak berarti. Justru hubungan kecil yang dimiliki seseorang dapat menjadi semakin berharga.

 

Mengapa Multiverse Justru Berkaitan dengan Keluarga?

Di balik aksi dan konsep fiksi ilmiahnya, konflik terbesar sebenarnya terjadi antara Evelyn dan Joy. Keduanya sudah mengalami jarak emosional bahkan sebelum konsep dunia paralel muncul.

Menurut latimes.com, Daniel Kwan menjelaskan bahwa multiverse menjadi cara untuk menggambarkan berbagai kemungkinan hidup sekaligus pengalaman keluarga imigran yang sering dihantui pertanyaan tentang pilihan masa lalu.

Karena itu, berbagai versi Evelyn sebenarnya menggambarkan kehidupan yang mungkin saja ia jalani. Film menggunakan dunia paralel untuk memperlihatkan bahwa kehidupan yang terlihat sempurna belum tentu lebih bermakna daripada kehidupan yang sedang dijalani.

 

Pada Akhirnya, Evelyn Memilih Realitasnya Sendiri

Setelah melihat begitu banyak kemungkinan kehidupan, Evelyn akhirnya menyadari bahwa ia tidak perlu mencari realitas yang paling sempurna. Ia memilih tetap bersama keluarganya dan menghadapi masalah di dunia yang sedang ia jalani.

Dilansir dari radiotimes.com, perubahan Evelyn juga terlihat ketika ia berhenti menghadapi masalah hanya dengan kekerasan dan mulai menggunakan empati untuk memahami orang-orang di sekitarnya.

Jadi, dunia paralel dalam Everything Everywhere All at Once bukan sekadar cara untuk membuat cerita semakin gila dan penuh kejutan. Multiverse digunakan untuk membicarakan pilihan, penyesalan, keluarga, dan pertanyaan tentang makna hidup. Pada akhirnya, film ini justru mengatakan bahwa ketika ada begitu banyak kemungkinan kehidupan, memilih untuk menghargai kehidupan yang sedang dijalani adalah sebuah keputusan yang berarti.