Memberi kepercayaan menjadi langkah awal anak belajar mandiri
- https://www.pexels.com/id-id/foto/gadis-kecil-menyiram-taman-dengan-selang-35486768/
Parenting, VIVA Mindset –Sebagai orang tua, melindungi anak adalah hal yang wajar. Namun, di tengah kekhawatiran akan berbagai risiko, mulai dari kecelakaan hingga pengaruh lingkungan, banyak orang tua akhirnya memilih untuk selalu mengawasi setiap aktivitas anak. Di sisi lain, muncul pertanyaan, apakah anak dapat belajar mandiri jika mereka tidak pernah diberi kesempatan untuk mencoba sendiri?
Salah satu pendekatan yang belakangan semakin banyak diperbincangkan adalah free-range parenting. Meski namanya terdengar seperti memberikan kebebasan tanpa batas, konsep ini justru menekankan pentingnya membangun kepercayaan dan kemandirian anak secara bertahap, tanpa mengabaikan faktor keamanan.
Dikutip dari Parents.com, free-range parenting merupakan pola asuh yang memberikan anak kebebasan sesuai usia dan kemampuannya untuk mengeksplorasi lingkungan, mengambil keputusan sederhana, serta belajar dari konsekuensi alami selama tetap berada dalam situasi yang aman. Pendekatan ini lahir sebagai respons terhadap kecenderungan helicopter parenting, yaitu pola asuh yang terlalu banyak mengawasi dan mengendalikan aktivitas anak.
Memberi Kebebasan Bukan Berarti Melepaskan Tanggung Jawab
Salah satu kesalahpahaman terbesar tentang free-range parenting adalah anggapan bahwa orang tua membiarkan anak melakukan apa saja tanpa aturan. Padahal, pendekatan ini tetap menempatkan orang tua sebagai pendamping yang menetapkan batasan sesuai usia, tingkat kematangan, dan kondisi lingkungan anak.
Dilansir dari BabyCenter, orang tua tetap memiliki ekspektasi, menetapkan aturan, dan mengajarkan berbagai keterampilan yang diperlukan agar anak dapat menghadapi situasi sehari-hari dengan aman. Kebebasan yang diberikan bukanlah kebebasan tanpa arah, melainkan kesempatan bagi anak untuk belajar mengambil keputusan secara mandiri.
Dalam praktiknya, bentuk kebebasan tersebut bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membiarkan anak memilih pakaian sendiri, bermain di halaman tanpa terus-menerus diawasi, berjalan ke rumah teman yang dekat, atau menyelesaikan masalah kecil tanpa langsung dibantu orang tua.
Anak Belajar Mandiri Melalui Pengalaman
Salah satu prinsip utama free-range parenting adalah keyakinan bahwa anak tidak hanya belajar dari arahan orang tua, tetapi juga dari pengalaman yang mereka alami sendiri.
Ketika anak diberi ruang untuk mencoba, mereka belajar memecahkan masalah, mengelola emosi, mengambil keputusan, sekaligus memahami konsekuensi dari pilihan yang dibuat. Pengalaman-pengalaman tersebut dapat membantu membangun rasa percaya diri dan ketahanan diri (resilience) yang akan berguna hingga dewasa.