Mengapa Anak Sering Menolak Disuruh? ini Cara Menghadapinya
- https://www.pexels.com/photo/man-scolding-his-son-8550837/
Memberikan pilihan sederhana juga dapat membantu anak merasa dihargai. Contohnya, orang tua dapat bertanya apakah anak ingin mandi sekarang atau lima menit lagi. Dengan cara tersebut, anak tetap menjalankan kewajibannya tanpa merasa dipaksa.
Berikan Contoh dan Apresiasi
Anak belajar melalui contoh yang diberikan orang tua. Oleh karena itu, menunjukkan sikap disiplin, sopan, dan konsisten akan membantu anak memahami perilaku yang diharapkan.
Dikutip dari raisingchildren.net.au, memberikan pujian ketika anak mau mengikuti arahan dapat meningkatkan motivasi mereka untuk mengulangi perilaku positif. Apresiasi tidak selalu berupa hadiah, tetapi bisa dalam bentuk ucapan sederhana seperti "Terima kasih sudah membereskan mainan."
Sebaliknya, orang tua sebaiknya tidak langsung memarahi atau memberi label negatif seperti "anak nakal" ketika anak menolak. Ucapan tersebut justru dapat memengaruhi kepercayaan diri anak dan membuat hubungan antara orang tua dan anak menjadi kurang baik.
Konsistensi Menjadi Kunci
Selain memahami penyebab penolakan, orang tua juga perlu menerapkan aturan yang konsisten di rumah. Anak akan lebih mudah mengikuti arahan apabila mengetahui bahwa aturan berlaku setiap hari, bukan hanya pada waktu tertentu.
Dilansir dari cdc.gov, rutinitas harian membantu anak memahami kapan waktunya bermain, belajar, makan, maupun beristirahat. Dengan rutinitas yang jelas, anak akan lebih mudah menyesuaikan diri sehingga potensi penolakan dapat berkurang.
Meski demikian, setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Orang tua perlu menyesuaikan cara berkomunikasi sesuai usia dan kebutuhan anak agar proses mendampingi tumbuh kembangnya berjalan lebih optimal.