Batman Masih Harus Menunggu, Jeda Menuju 2028 Jadi Yang Paling Panjang
- https://images.squarespace-cdn.com/content/v1/51b3dc8ee4b051b96ceb10de/1600041290961-QV53ZKSZMYB9IEIVJRMT/image-asset.jpeg
Film, VIVA Mindset –Warner Bros kembali menggeser jadwal tayang The Batman Part II ke 18 Februari 2028. Dilansir dari Entertainment Weekly dan Deadline, perubahan ini membuat film garapan Matt Reeves itu mundur lagi dari slot sebelumnya pada Oktober 2027, dan kini penayangannya dipasang di akhir pekan panjang Presidents Day di Amerika Serikat. Kalau dihitung dari perilisan The Batman pada 2022, jaraknya hampir enam tahun, dan itu langsung memicu sorotan besar dari penggemar DC.
Yang menarik, pengumuman penundaan ini tidak datang kosong. Masih dilansir dari Entertainment Weekly dan Deadline, Matt Reeves ikut membagikan camera test singkat yang menampilkan Robert Pattinson kembali sebagai Bruce Wayne/Batman dengan kostum baru yang terlihat sedikit berbeda, termasuk bentuk telinga yang lebih panjang. Jadi, meski kabarnya bikin kecewa, Warner Bros setidaknya memberi “obat penawar” berupa first look yang cukup memancing rasa penasaran.
Kalau ditarik ke belakang, penjadwalan The Batman Part II memang sudah berkali-kali bergeser. Dilansir dari Variety, film ini semula dipatok untuk Oktober 2025, lalu bergeser ke Oktober 2026, pindah lagi ke Oktober 2027, dan akhirnya mendarat di Februari 2028. The Verge juga mencatat bahwa pergeseran ke 2027 sebelumnya sudah berkaitan dengan dampak pemogokan penulis dan aktor di Hollywood, sementara Deadline menulis bahwa jadwal baru ini ikut membuka ruang bagi proyek Warner Bros lain untuk mengisi slot tayang yang kosong.
Dari sisi pemain, Entertainment Weekly menyebut sejumlah nama penting akan kembali, mulai dari Robert Pattinson, Jeffrey Wright, Andy Serkis, hingga Colin Farrell. Laporan yang sama juga menyebut deretan nama baru yang ikut bergabung, seperti Sebastian Stan, Scarlett Johansson, Charles Dance, Sebastian Koch, dan Brian Tyree Henry. Meski detail peran mereka masih dirahasiakan, daftar itu menunjukkan bahwa proyek ini tetap diperlakukan sebagai film besar, bukan sekadar sekuel biasa.
Masih dari Entertainment Weekly, serial The Penguin disebut sebagai jembatan cerita menuju film kedua. Artinya, dunia Gotham versi Reeves tidak berhenti di layar lebar saja, tetapi terus dibangun lewat format serial untuk menjaga kontinuitas narasi. Ini penting karena film kedua tampaknya memang disiapkan sebagai lanjutan langsung, bukan cerita baru yang berdiri sendiri.