Bukan Sekadar Bercanda, Ini Cara Tepat Membicarakan Bullying dengan Anak

Hentikan Bullying
Sumber :
  • https://www.pexels.com/search/bullying/

Parenting, VIVA Mindset –Banyak orang tua masih menganggap ejekan atau candaan antar anak sebagai hal yang wajar. Padahal, tidak semua candaan terasa ringan bagi anak yang mengalaminya. Di balik hal yang terlihat sepele, bisa saja tersimpan rasa tidak nyaman yang tidak pernah diungkapkan. Di sinilah pentingnya peran orang tua untuk mulai membuka percakapan tentang bullying sejak dini.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

Dilansir dari UNICEF Indonesia, bullying dapat berdampak pada kondisi emosional anak, mulai dari rasa cemas hingga menurunnya kepercayaan diri. Namun sayangnya, tidak semua anak berani menceritakan apa yang mereka alami.

Sering kali, anak memilih diam karena takut tidak dipahami atau justru disalahkan.Karena itu, percakapan tentang bullying tidak harus dimulai dari situasi yang serius. Justru dari obrolan ringan sehari-hari, orang tua bisa membangun rasa aman agar anak terbiasa bercerita.

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Ketika anak merasa didengar tanpa dihakimi, mereka akan lebih terbuka untuk membagikan pengalaman yang mungkin selama ini mereka simpan sendiri.

Di sisi lain, tidak semua anak benar-benar memahami apa itu bullying. Ada yang menganggap ejekan sebagai hal biasa, bahkan tanpa sadar bisa menjadi pelaku. Tanpa pemahaman yang tepat, anak bisa tumbuh dengan pola interaksi yang kurang sehat. Itulah mengapa penting bagi orang tua untuk membantu anak mengenali Batasan mana yang termasuk candaan, dan mana yang sudah menyakiti orang lain.

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

Dalam kehidupan sosial anak, posisi mereka tidak selalu sebagai korban atau pelaku. Ada kalanya mereka hanya menjadi saksi. Namun peran ini juga tidak kalah penting. Anak perlu memahami bahwa bersikap diam bukan satu-satunya pilihan. Dukungan sederhana kepada teman atau keberanian untuk tidak ikut mengejek bisa menjadi langkah awal dalam mencegah bullying.

Yang sering terlewat, perubahan pada anak justru bisa menjadi tanda paling awal. Anak yang tiba-tiba menjadi lebih pendiam, enggan berangkat ke sekolah, atau terlihat murung bisa saja sedang menghadapi sesuatu yang tidak mereka ceritakan.Di titik ini, kepekaan orang tua menjadi sangat penting.Namun pada akhirnya, semua kembali pada satu hal sederhana apakah anak merasa memiliki tempat yang aman untuk bercerita.

Halaman Selanjutnya
img_title