Kenalkan Tradisi Sungkeman Kepada Anak Sejak Dini Pada Hari Raya Idul Fitri
- https://bincangmuslimah.com/kajian/tradisi-sungkeman-saat-idul-fitri-dalam-pandangan-hadis-29825/
Parenting, VIVA Mindset – Hari Raya Idul Fitri tidak hanya menjadi momen kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa, tetapi juga sarat akan nilai budaya dan Pendidikan karakter bagi anak. Salah satu tradisi yang masih dilestarikan masyarakat Indonesia khususnya budaya jawa adalah sungkeman yang dilakukan saat lebaran.
Sungkeman merupakan tradisi turun – temurun yang memiliki makna mendalam sebagai bentuk penghormatan kepada orang tua dan orang yang lebih tua. Dalam praktiknya, sungkeman dilakukan dengan cara anak bersimpuh di hadapan orang tua, kemudian mencium tangan sambil memohon maaf dan doa restu.
Tradisi ini bukan sekadar ritual simbolik, tetapi juga mengandung nilai moral yang kuat. Sungkeman menjadi wujud bakti seorang anak kepada orang tua atas segala kasih sayang dan pengorbanan yang telah diberikan sejak kecil hingga dewasa.
Dalam konteks Lebaran, sungkeman juga dimaknai sebagai proses saling memaafkan antara yang lebih muda kepada yang lebih tua. Nilai ini sejalan dengan esensi Idul Fitri sebagai momentum kembali ke fitrah, yakni membersihkan diri dari kesalahan dan memperbaiki hubungan dengan sesama.
Selain itu, tradisi sungkeman juga menjadi sarana penting untuk mengajarkan sopan santun kepada anak. Melalui gestur merendahkan diri, anak belajar tentang pentingnya menghormati orang yang lebih tua serta memahami posisi dirinya dalam hubungan sosial di keluarga.
Mengajarkan tradisi sungkeman sejak usia dini menjadi langkah strategis dalam membentuk karakter anak. Pada usia dini, anak berada dalam fase meniru dan menyerap kebiasaan dari lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, keterlibatan langsung anak dalam tradisi ini akan membantu mereka memahami makna hormat, rendah hati, dan empati secara konkret.
Orang tua memiliki peran utama dalam mengenalkan tradisi ini kepada anak. Pengenalan dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menjelaskan makna sungkeman dengan bahasa yang mudah dipahami, hingga mengajak anak mempraktikkannya secara langsung saat Lebaran.
Selain itu, penting bagi orang tua untuk memberikan contoh nyata. Anak cenderung belajar melalui pengamatan, sehingga ketika melihat orang tua melakukan sungkeman kepada kakek dan nenek, anak akan lebih mudah meniru perilaku tersebut.