Kata ‘Maneh’ untuk Seorang Gubernur, Pantaskah?

Ilustrasi Sopankah Kata Maneh?
Sumber :
  • freepik.com

Pertama, gaganti ngaran jelema kadua, silaing, sia (kata ganti orang kedua, silaing, sia). Untuk pengertian ini kamus tersebut memberi keterangan bahwa kata tersebut termasuk kata kasar. 

img_title Timothy Ronald Bangun Sekolah Kelima di Sumba Timur, Targetkan 1.000 Sekolah

Silaing dan sia juga merupakan kata ganti orang kedua. Silaing berasal dari silah aing dan Kamus Danadibrata memberi keterangan bahwa kata tersebut lazim digunakan terhadap orang yang sudah sangat akrab (conggah pisan).

Sementara kata sia, sebagaimana keterangan dalam kamus yang sama, digunakan di kalangan anak sekolah terhadap teman-teman atau digunakan terhadap orang yang usianya jauh di bawah si pengucap. 

img_title Kahf Brotherhood dan Sekawan Bumi Rayakan Kemerdekaan dengan Mendaki dan Menanam Pohon

Kedua, kata manéh juga bisa digunakan untuk menunjuk pada diri sendiri, contohnya frasa ngagantung manéh

Ngagantung manéh kalau dimaknai menggunakan pengertian pertama maka artinya adalah menggantung kamu, padahal frasa tersebut harus dimaknai menggunakan pengertian kedua, artinya (bunuh diri dengan cara) menggantung diri.

img_title GMNI Banyuwangi Gandeng Warga Gelar Cek Kesehatan dan Galang Donasi untuk NTT dalam Semarak HUT ke-81 RI

R.A. Danadibrata menyusun kamusnya dengan metode deskriptif, artinya dia melakukan penelusuran penggunaan kata-kata oleh orang-orang Sunda dalam kehidupan nyata. Kamus disusun selama 40 tahun dari tahun 1930—1973. 

Dengan demikian kita bisa menjadikan kamus tersebut pegangan penggunaan lema bahasa Sunda yang ada di dalamnya termasuk terkait etika penggunaannya secara adat.

Sopankah Kata Manéh dalam Komentar Sabil Fadilah?

Muhammad Sabil Fadilah dan Ridwan Kamil

Photo :
  • viva.co.id

Jadi, sopankah Muhammad Sabil Fadilah menggunakan kata manéh dalam komentar dia terhadap unggahan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil?

Sebagaimana sudah diberitakan oleh Mindset sebelumnya, guru honorer tersebut mengatakan bahwa dia sama sekali tidak bermaksud merendahkan atau tidak sopan terhadap Ridwan Kamil.

Selain itu, dia juga memandang Ridwan Kamil sosok yang ramah dan akrab di media sosial dengan para pengikutnya.

Menyinggung kata manéh, Muhammad Sabil Fadilah menyebut bahwa kata tersebut digunakan terhadap sesama (teman dekat). 

Merujuk kamus R.A. Danadibrata, aturan penggunaan kata manéh bukan sekadar “digunakan terhadap sesama (teman dekat)”, tetapi bahwa kata tersebut termasuk pronomina kasar yang setara dengan silaing dan sia.

Dengan kata lain, kata manéhsilaing, dan sia layak digunakan kepada 1. Orang yang dengannya kita sudah sangat akrab, 2. Kawan sebaya, atau 3. Orang yang usianya jauh di bawah kita. 

Halaman Selanjutnya
img_title