5 Cara Sembuhkan Phobia Gelap Pada Anak
- https://www.babogue.com/post/fear-of-darkness-in-children
Parenting, VIVA Mindset –Phobia adalah rasa takut yang intens dan irasional terhadap suatu objek, situasi atau aktivitas tertentu, yang tidak sesuai dengan bahaya sebenarnya yang diakibarkan. Rasa takut ini bisa dirasakan lintas usia. Tidak hanya orang dewasa, tetapi anak-anak. Phobia dirasakan dari kecemasan ekstrem dan gejala fisik seperti jantung berdebat atau sesak nafas. Hal ini bisa berbahaya jika tidak kunjung diobati dan berkembang menjadi gangguan kesehatan mental.
Phobia beragam bentuk dan jenisnya, termasuk yang terjadi pada anak-anak. Ada yang disebut ketakutan terhadap ketinggian, terhadap ruang sempit, terhadap suara pesawat terbang, atau berbicara di depan umum. Phobia kegelapan adalah ketakutan yang sering dialami oleh anak. Ketakutan ini bisa disembuhkan dan diatasi dengan beragam cara unik orang tua.
Rasa takut gelap pada anak biasanya muncul sekitar 2-2,5 tahun, bersamaan dengan itu otak anak mengembangkan imajinasi yang pesat. Fantasi dan kenyataan bercampur dalam kepalanya selama periode ini. Karena itu, tidak mengherankan jika pada fase ini anak-anak mengalami fase ketakutan
Berikut 5 cara sembuhkan ketakutan anak terhadap gelap:
1. Ajak anak anda berbicara tentang ketakutan mereka
Mengobrol, bercakap ringan dengan anak anda tentang ketakutan mereka menjadi cara sederhana orang tua memahami ketakutan anak. Buka dialog bersama anak anda, bisa anda lakukan ketiika jeda sore atau malam hari, sambil menikmati sarapan atau makanan ringan. Sikap mendengarkan cerita anak anda adalah wujud empati anda sebagai orang tua. Biarkan anak anda menjelaskan ketakutannya. Jangan bandingkan ketakutan yang dialami anak anda hal kecil ketika anda menghadapi ketakutan itu dalam versi anda sebagai orang tua
2. Ciptakan lingkungan yang mendukung keberanian
Bentuk lingkungan keluarga anda yang mendukung keberanian anak anda. Hal kecil seperti mengurangi tontonan atau tayangan televise yang menakutkan. Karena imajinasi anak mudah bangkit setelah melihat tayangan-tayangan yang tak ditemui dalam kehidupan nyatanya
Selain itu, jika anak anda memiliki kamarnya sendiri, kemas kamarnya seindah mungkin dalam kegelapan. Bisa gunakan lampu tidur unik dan kreatif menarik, aksesoris ruang yang menyala dalam gelap.
Dengan perantara atau media tersebut anak anda akan memahami bahwa ada keindahan dibalik kegelapan. Selain itu, anak anda akan merasa aman tanpa terlalu terang, tapi juga tidak terlalu gelap. Lain dari hal itu, terapkan waktu rutinitas untuk tidur. Jadwal tidur yang teratur akan membuat anak anda memiliki kendali
3. Lakukan terapi eksposur bertahap
Terapi eksposur pada suatu ketakutan (phobia) adalah bentuk psikoterapi yang memutus siklus penghindaran yang justru memperburuk ketakutan dan membantu anak untuk mentolerir rasa rakut tersebut.
Bentuk terapi bukanlah proses singkat, ia adalah pemaparan bertahap. Ajak anak anda melakukan aktivitas yang menyenangkan dalam kondisi temaram atau tidak terlalu terang, aktivitas ringan seperti mendengarkan musik, bercakap-cakap, bermain, agar ia terbiasa dengan kondisi ruang yang tidak begitu terang.
4. Apresiasi dan penguatan positif
Berikan apresiasi untuk segala bentuk keberanian anak yang mengarah pada kebaikan dirinya. Validasi perasaan anak, dan yakinkan bahwa ia dalam keadaan aman ketika ia berhasil mengontrol dan mengendalikan ketakutannya.
Orang tua juga dapat membuat sistem penghargaa, dengan langkah-langkah tertentu yang menghasilkan hadiah. Seperti contoh adanya kesepakatan antara orang tuda dengan anak, kesepakatan jika anak berhasil melewati 3 malam berturut-turut tanpa bangun atau membangunkan orang tuanya, maka ia pantas mendapat hadiah. Berikut contohnya, selebihnya bisa disesuaikan dengan kreativitas orang tua
5. Ajarkan teknik relaksasi
Jika anak anda mengalami gejala ketakutannya, anda bisa mengajarkannya cara membuatnya tenang kembali, meski bukan menyembuhkan secara instan. Tetapi, menenangkan dirinya adalah tahap awal untuk penyembuhan atas ketakutannya. Anda bisa mengajarkan teknis penafasan perlahan, karena gejala phobia seringkali diawali dengan sesak nafas. Dengan mengajarinya teknis pernafasan yang tenang, hal tersebut bisa membantu anak anda untuk menenangkan pikiran dan tubuh saat merasa cemas.
Anda juga bisa membuat permainan menarik bagi anak. Seperti permainan sembunyi dalam ruang gelap. Jangan terlalu ambil ruang gelap, buat ruang temaram saja. Lantas, bermainlah bersama anak. Anak akan mengikuti keberanian anda dalam ruang temaram tersebut, dan tentu, anak anda akan lebih relaks dengan adanya diri anda sebagai orang tua.