Apa itu Real Food bagi Anak?
- https://www.iberdrola.com/social-commitment/what-is-real-food
Parenting, VIVA Mindset –Di era media sosial kini, banyak influencer atau vlogger yang menggugah konten bertemakan real food. Apalagi konten real food yang menjadi menu utama untuk kesehatan si buah hati. Ada yang menyajikan bahwa real food adalah makanan tanpa nasi, makanan alami tanpa mengolahnya sama sekali.
Hingga menjadi pertanyaan, sebenarnya apakah sesungguhnya real food itu? Apa yang membedakannya dengan makanan yang tersaji di keseharian kehidupan masyarakat Indonesia?
Real food adalah istilah makanan yang masih utuh, tidak banyak diolah atau diproses, bebas dari bahan kimia tambahan dan menyimpan banyak nutrisi. Tentu makanan jenis ini memberikan manfaat kesehatan yang lebih besar daripada makanan yang diproses berlebihan, seperti makanan siap saji atau makanan olahan
Real food disebut pula sebagai makanan alami yang dianggap lebih sehat karena tidak mengandung zat adiktif yang membahayakan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Real food bukan hanya sekedar makanan, tetapi juga sumber nutrisi optimal bagi tubuh.
Sayangnya, real food sering dikenal dan dipahami secara awam di media sosial adalah makanan yang tidak sepenuhnya matang atau bahkan masih sangat alami. Bahkan, identik dengan jenis makanan atau hidangan yang tergolong mahal dan tidak ramah kantong.
Meski sebenarnya, bahan makanan yang diolah dengan baik dan benar juga dapat disebut sebagai real food. Real food adalah kebalikan dari junk food atau processed food, yang merupakan makanan instan atau siap saji. Jadi, makanan yang diolah dengan bahan alami dan prosedur bertahap tergolong dengan real food
Untuk mempermudah pemahaman istilah real food, berikut kriteria dan contoh makanan yang disebut sebagai real food, yang tentu sangat mendukung tumbuh-kembangnya si kecil:
1. Makanan atau minuman yang tidak mengandung bahan pengawet untuk memperpanjang umur simpan makanan
2. Makanan atau minuman yang tidak mengandung pewarna buatan
3. Makanan atau minuman yang tidak mengandung pemanis sintetis
4. Makanan atau minuman yang tidak mengandung perasa sintetis
5. Makanan dan minuman yang diproses secara berlebihan
Selama makanan dan minuman yang anda proses termasuk dalam kriteria tersebut, maka, makanan dan minuman yang anda sajikan tergolong real food. Nasi yang merupakan makanan utama masyarakat Indonesia tergolong real food. Baik nasi dari beras putih, beras merah atau beras hitam.
Nasi mengandung sumber energi yang berasal dari alam dan sumber karbohidrat alami. Nasi tidak mengalami banyak tahap modifikasi industri seperti makanan olahan. Asalkan mengkonsumsi secukupnya dan mengalami proses yang minimal dalam pengolahannya, maka, nasi tergolong menjadi real food.
Sayuran yang anda masak setiap hari, seperti sop, sayur kangkung, tumis bayam, sayur bening, pepes sayur atau sejenisnya tergolong real food, dengan syarat selama proses pengolahannya minimal dan tidak melibatkan bahan tambahan buatan, seperti yang disebut diatas, baik pengawet, pewarna atau gula berlebihan.
Lantas, apa yang menjadikan makanan tersebut menjadi makanan olahan?
Hindari bumbu kemasan! Bumbu instan atau bumbu makanan olahan yang mengandung banyak bahan tambahan buatan menjadikan sayuran atau bahan makanan alami menjadi makanan olahan. Nasi yang anda masak dengan bumbu kemasan akan menjadi makanan olahan dan bukan kategori real food.
Hal tersebut dikarenakan segala jenis sayuran merupakan sumber makanan alami yang kaya akan vitamin, mineral dan serat. Anda cukup mengolahnya dengan bumbu alami seperti rempah-rempah, bawang, garam sehat cukup mengkategorikannya sebagai real food.
Berikut contoh singkat daripada real food, sumber makanan alami:
1. Buah-buahan: segala jenis buah, apel, pisang, jeruk, alpukat, mangga, dsb
2. Sayuran: sayuran hijau seperti brokoli, bayam, wortel, sawi, dsb.
3. Protein Alami: telur, ikan segar, daging, tahu dan tempe, dsb.
4. Kacang-kacangan dan biji-bijian: nasi tergolong biji-bijian kaya karbohidrat, kacang mete, gandum utuh, dsb.
Real food bukanlah jenis makanan yang sulit dicari dan diolah. Seluruh sumber makanan dan minuman dapat ditemukan secara alami di lingkungan. Hal yang menjadikannya sulit adalah proses pengolahannya. Memperhatikan bumbu-bumbu yang digunakan, kadar gula dan garam, hingga porsi yang disajikan menjadikan makanan tersebut kategori real food atau tidaknya.
Jadi, ayah bunda jangan khawatir jika belum bisa menyajikan real food dengan jenis makanan tanpa nasi kepada anak sedari dini. Sayur dan lauk pauk keseharian khas Indonesia seperti nasi goreng, sayur bening, sayur sop, atau minuman teh hangat dan susu jahe anda sudah tergolong real food, asal tidak berlebihan dan menggunakan bumbu-bumbu atau rempah alami, tidak menggunakan bumbu instan atau porsi yang berlebih.