Menghadapi Tekanan Ujian Nasional dan Stres Akademik pada Anak
- https://www.google.com/imgres?q=Stres%20Akademik%20pada%20Anak&imgurl=https%3A%2F%2Fugm.ac.id%2
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan prinsip kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman dalam pola makan sehat. Karena itu, makanan sebaiknya menjadi bagian dari kebiasaan sehat, bukan dianggap sebagai obat untuk menghilangkan stres.
Pola tidur dan olahraga selama masa ujian
Tidur bukan waktu yang terbuang dari proses belajar. Istirahat membantu menjaga perhatian, emosi, dan kesiapan anak menghadapi tugas akademik.
Usia anak | Rekomendasi tidur |
|---|---|
6–12 tahun | 9–12 jam per hari |
13–18 tahun | 8–10 jam per hari |
Rekomendasi tersebut dirangkum CDC berdasarkan pedoman tidur anak dan remaja.
Orang tua dapat membantu dengan menetapkan waktu tidur dan bangun yang konsisten, mengurangi penggunaan gawai menjelang tidur, serta menghindari kebiasaan belajar sampai dini hari. Jika anak perlu bangun pukul 05.30, remaja yang membutuhkan delapan hingga sepuluh jam tidur sebaiknya mengatur waktu tidur malam sesuai kebutuhannya.
Olahraga juga penting. Berjalan kaki, bersepeda, bermain bola, menari, atau berenang dapat menjadi pilihan sesuai usia dan kondisi anak. Untuk usia 5–17 tahun, WHO merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat rata-rata sedikitnya 60 menit per hari. Anak tidak harus melakukan seluruh aktivitas sekaligus; permainan aktif dan kegiatan sehari-hari dapat ikut berkontribusi.
Menjelang ujian, olahraga ringan dapat menjadi selingan yang menyegarkan. Hindari latihan berlebihan jika anak kelelahan atau sedang sakit.