Menghadapi Tekanan Ujian Nasional dan Stres Akademik pada Anak
- https://www.google.com/imgres?q=Stres%20Akademik%20pada%20Anak&imgurl=https%3A%2F%2Fugm.ac.id%2
Meski demikian, dampak tersebut tidak pasti terjadi pada setiap anak. Risiko bergantung pada tingkat tekanan, lamanya gejala, dukungan keluarga, dan kondisi kesehatan anak.
Penanganan medis dan nonmedis
1. Langkah nonmedis yang dapat dilakukan di rumah
Orang tua dapat memulai dengan mendengarkan kekhawatiran anak tanpa menghakimi. Hindari membandingkan nilai anak dengan saudara atau teman. Sebaliknya, tanyakan bagian pelajaran yang paling sulit dan bantuan apa yang dibutuhkan.
Susun jadwal belajar yang realistis. Bagi materi menjadi beberapa bagian, selingi dengan istirahat, dan gunakan latihan soal untuk mengenali materi yang belum dikuasai. Anak juga perlu memiliki waktu untuk bermain, berinteraksi dengan teman, dan melakukan kegiatan yang disukai.
Guru dapat membantu dengan memberikan petunjuk belajar yang jelas, latihan bertahap, serta kesempatan bertanya. Jika kecemasan berlanjut, konselor sekolah atau psikolog dapat membantu anak mengembangkan strategi menghadapi tekanan.
2. Penanganan medis dan obat-obatan
Tidak semua stres membutuhkan obat. Untuk tekanan ujian yang masih dapat dikelola, perubahan rutinitas, dukungan keluarga, dan konseling sering menjadi langkah awal yang masuk akal.
Jika anak mengalami kecemasan berat, serangan panik berulang, gangguan tidur berkepanjangan, atau penurunan fungsi sehari-hari, konsultasikan dengan dokter atau psikolog klinis. Tenaga profesional akan menilai penyebab, tingkat keparahan, dan kebutuhan penanganan.
Terapi psikologis, termasuk terapi perilaku kognitif, dapat digunakan sesuai hasil penilaian. Obat hanya dipertimbangkan bila terdapat indikasi klinis dan harus diberikan di bawah pengawasan dokter.
Hindari pemberian obat penenang, obat tidur, obat peningkat konsentrasi, atau suplemen secara mandiri. Produk tersebut bukan solusi umum untuk stres ujian dan dapat menimbulkan efek samping. Jika anak menyampaikan keinginan menyakiti diri atau tidak ingin hidup, segera cari bantuan darurat dan jangan meninggalkannya sendirian.
Makanan yang mendukung konsentrasi
Tidak ada makanan yang secara khusus wajib dikonsumsi atau dilarang hanya karena anak sedang menghadapi ujian. Prinsip yang tepat adalah memenuhi kebutuhan gizi melalui makanan beragam dan membatasi produk yang dapat mengganggu kesehatan.
Makanan yang dianjurkan
Nasi, kentang, atau sumber karbohidrat lain untuk energi.
Telur, ikan, ayam, tahu, dan tempe sebagai sumber protein.
Sayuran dan buah untuk memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, dan serat.
Air putih untuk menjaga kecukupan cairan.
Sarapan yang sesuai kebutuhan dapat membantu anak memulai kegiatan belajar tanpa terganggu rasa lapar.
Yang sebaiknya dibatasi
Minuman energi dan minuman berkafein.
Minuman manis dan makanan tinggi gula.
Makanan tinggi garam dan lemak jika dikonsumsi berlebihan.
Kafein dapat mengganggu tidur dan menimbulkan rasa gelisah pada sebagian orang. Konsumsi gula berlebihan juga dapat menggantikan makanan bergizi. Tidak perlu melarang semua camilan; utamakan porsi wajar dan pola makan seimbang.