Muslim Melihara Anjing? Boleh Kok, Begini Aturan Mainnya

Ilustrasi. Orang dan Anjing
Sumber :
  • freepik.com

Dengan demikian, kita bisa menyaksikan bahwa para ulama dari 4 Mazhab utama dalam Islam memiliki perbedaan pandangan terkait status anjing najis atau tidak. Mazhab yang paling keras menetapkan status najis anjing adalah Mazhab Syafi’i dan Hambali, sedangkan yang paling toleran adalah Mazhab Maliki. 

img_title Film Kiblat Kontroversial, Ini 3 Fakta Penting Kiblat Umat Islam

Bisa dipahami bahwa jika umat Islam di Indonesia cenderung menganggap anjing mutlak najis disebabkan mayoritas dari umat Islam di Indonesia menganut fikih Mazhab Syafi’i. Akan beda kasus misalnya jika kita berada di negeri yang mayoritas umat Islamnya menganut fikih Mazhab Maliki, misalnya Libia, Tunisia, atau Maroko. 

Berdasarkan rincian status di atas terkait anjing najis atau tidak, pada dasarnya umat Islam pun bisa memelihara anjing dengan lebih nyaman tanpa harus terbebani oleh hukum najis berat Mazhab Syafi'i dengan bertaklid pada Mazhab Maliki. 

img_title Gus Baha Sebut Tiga Hewan Ini Menjadi Penghambat Datangnya Hari Kiamat!

Meski demikian, yang harus dicatat, karena hukum najis ini berkaitan erat dengan praktik ibadah dari mulai bersuci sampai melaksanakan salat, kita pun harus mengikuti aturan Mazhab Maliki terkait semua praktik itu. 

Kalau kita memelihara anjing dengan memandangnya hewan suci karena bertaklid kepada Mazhab Maliki, sementara kita bersuci mengikuti praktik Mazhab Syafi’i seperti biasa maka hal itu disebut talfiq. 

img_title Viral Ibu Berjilbab Diributin Terkait Anjing, Begini Hukum Muslim Pelihara Anjing

Talfiq adalah mencampur dua pendapat tentang satu masalah sehingga menimbulkan 1 praktik utuh yang tak pernah dilakukan oleh dua pemilik pendapat yang dicampur itu tadi. Talfiq adalah sikap pengen enak sendiri yang meremehkan hukum sehingga hukumnya terlarang dalam Islam.