Mengapa Orang Tua Perlu Mengenal Diri Sendiri sebelum Mengasuh Anak?

Memahami diri menjadi langkah awal dalam mengasuh anak
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/fotografi-fokus-selektif-wanita-yang-menggendong-bayi-1008181/

Parenting, VIVA Mindset –Setiap orang tua tentu ingin memberikan yang terbaik bagi anaknya. Namun, cara seseorang mengasuh anak sering kali tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahuan yang dimiliki, tetapi juga oleh pengalaman yang ia alami sejak kecil. Pola komunikasi, cara mengelola emosi, hingga kebiasaan mendisiplinkan anak bisa terbentuk dari pola asuh yang pernah diterima.

img_title Menjaga Mental Parents: Panduan Atasi Burnout Pengasuhan Anak

Karena itu, mengenal diri sendiri menjadi salah satu langkah penting sebelum membimbing anak. Dengan memahami pengalaman dan kebiasaan yang dimiliki, orang tua dapat lebih sadar dalam menentukan pola pengasuhan yang ingin diterapkan kepada anak.

Dikutip dari rri.co.id, setiap orang dewasa tumbuh dengan pengalaman dan latar belakang pengasuhan yang berbeda. Pengalaman tersebut dapat memengaruhi cara seseorang mendidik anak di kemudian hari. Itulah sebabnya, proses menjadi orang tua tidak hanya dimulai ketika anak lahir, tetapi juga ketika seseorang mulai memahami dirinya sendiri.

img_title Screentime Sehat: Trik Bijak Mengatur Penggunaan Gadget Anak

Mengenali Diri sebagai Langkah Awal Parenting

Mengenal diri bukan berarti mencari tahu kelebihan dan kekurangan semata. Dalam konteks parenting, proses ini juga mencakup keberanian untuk melihat kembali pengalaman masa kecil, cara menghadapi emosi, hingga kebiasaan yang mungkin terbawa saat berinteraksi dengan anak.

img_title Kenalan Yuk Apa Itu Breadcrumbing serta Ciri-Ciri dan Dampaknya

Salah satu cara yang dapat membantu proses tersebut adalah membaca buku parenting. Selain memberikan pengetahuan tentang tumbuh kembang anak, banyak buku parenting yang juga mengajak pembacanya melakukan refleksi terhadap pola pengasuhan yang pernah mereka alami.

Misalnya, The Book You Wish Your Parents Had Read karya Philippa Perry yang mengajak pembaca memahami hubungan antara pengalaman masa kecil dan cara membangun kedekatan dengan anak. Ada pula The Whole-Brain Child karya Daniel J. Siegel dan Tina Payne Bryson yang membantu orang tua memahami perkembangan otak anak agar dapat merespons emosi mereka dengan lebih tepat.

Belajar Mengasuh Berarti Terus Belajar

Setiap keluarga memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu buku parenting yang dapat menjawab seluruh tantangan dalam pengasuhan. Orang tua pun tidak perlu merasa harus membaca semuanya sekaligus.

Halaman Selanjutnya
img_title