Tradisi Rajaban di Sunda, Humanis dan Spiritualis

Keraton Kasepuhan Cirebon.
Sumber :
  • Google Maps Foto

MindsetIsra Mikraj adalah peristiwa perjalanan Nabi Muhammad Saw dari Mekah (Masjidilharam) ke Palestina (Masjidilaqsa) yang dilanjutkan dengan naik ke langit ketujuh (Sidratulmuntaha) dalam semalam.

Wisata Kampoeng Kita Bekasi, Tempat Piknik Asri dengan Nuansa Bali: Harga Tiket Masuk, Fasilitas

Peristiwa tersebut menjadi salah satu momen penting dalam Islam karena dalam peristiwa itulah Nabi Muhammad menerima perintah salat lima waktu dari Allah Swt.

Sebagaimana peristiwa-peristiwa penting lainnya dalam Islam, seperti Maulid Nabi, peristiwa Isra Mikraj juga biasa diperingati oleh umat Islam di seantero dunia.

Baznas Ciamis Lantik 26 UPZ KUA untuk Tingkatkan Pengumpulan ZIS dan DSKL

Di tatar Sunda, peringatan terjadinya Isra Mikraj Nabi biasa disebut sebagai Rajaban. Isra Mikraj terjadi pada bulan Rabiul Akhir dan bulan tersebut dalam istilah lokal biasa disebut sebagai bulan Rajab. 

Salah satu wilayah yang biasa melakukan acara Rajaban secara resmi dan besar-besaran adalah Cirebon. Acara biasa diselenggarakan pada tanggal 27 Rajab, dimulai dengan prosesi ziarah ke makam tokoh penyebar dakwah Islam di Cirebon, yaitu Pangeran Kejaksan.

Harga Tiket dan Jam Buka Nicole's River Park, Destinasi Wisata Instagramable di Bogor

Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan pembagian nasi bogana yang terdiri dari kentang, telur ayam, tahu, tempe, parut kelapa dan bumbu kuning. 

Dengan demikian, tradisi Rajaban mengandung nilai-nilai khas yang bukan hanya bersifat spiritual, tetapi juga humanis.

Halaman Selanjutnya
img_title