7 Pernikahan Agung di Hari Jumat dalam Sejarah Islam

Ilustrasi Pernikahan
Sumber :
  • Unsplash @beatriz_perez

5. Pernikahan Nabi Muhammad saw. dengan Khadijah

img_title Semua Detail Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce, dari Numerologi hingga Petir dan Pelangi di New York

Pernikahan Nabi Muhammad saw. dengan Khadijah bermula dari mimpi Khadijah bahwa dirinya seolah-olah melihat matahari turun dari langit dan masuk ke dalam rumahnya. Cahaya matahari itu menyinari seluruh kota Makkah. 

Paman Khadijah, Waraqah bin Naufal, menafsirkan mimpi itu sebagai pertanda Nabi akhir zaman akan menjadi suami dia. Nabi itu berasal dari Makkah, Suku Quraisy, keturunan Hasyim, dan bernama Muhammad. 

img_title Dari Tak Berani Mengungkap Cinta hingga Altar, Perjalanan Cinta Taylor Swift Lewat Karyanya

Ketika pernikahan mereka berlangsung, Nabi Muhammad saw. berusia 25 tahun dan Khadijah merupakan janda berusia 40 tahun. Pernikahan mereka berlangsung selama dua puluh empat tahun, lima bulan, delapan hari. Lima belas tahun berlangsung sebelum kenabian dan sisanya sesudah kenabian. 

Dari Khadijah, Nabi Muhammad memiliki tujuh orang anak, 3 orang putra dan 4 orang putri. Mereka adalah Al-Qasim, At-Tahir, Al-Muthahhir, Fatimah, Zainab, Ummi Kultsum, dan Ruqayah.

img_title Kupilih Jalur Langit, Problematika Pernikahan dan Ujian Keimanan di Bioskop 2026

Baca Juga 7 Nasihat Nabi Isa as untuk Renungan di Bulan Rajab 

6. Pernikahan Nabi Muhammad saw. dengan Aisyah

Nabi Muhammad saw. menikahi Aisyah setelah Khadijah meninggal. Menurut kisah, Nabi Muhammad saw. sangat kehilangan dan sedih atas meninggalnya Khadijah. Malaikat Jibril kemudian mendatangi beliau dengan membawa sehelai daun dari surga. Pada daun itu terlukis wajah Aisyah. 

Aisyah adalah putri Abu Bakar, sahabat Nabi. Malaikat Jibril membawa pesan bahwa Allah Swt. telah menikahkan Nabi Muhammad saw. dengan Aisyah di langit, maka selanjutnya tinggal melangsungkan pernikahan dengannya di bumi. 

Pernikahan Aisyah dengan Nabi Muhammad saw. dilangsungkan pada Hari Jumat. Di kemudian hari dikatakan bahwa Aisyah membanggakan dirinya atas istri-istri Nabi Muhammad saw. yang lain dalam 3 hal. 

Pertama, dia dinikahi Rasulullah saat masih perawan. Kedua, dia dinikahkan oleh Allah Swt. di langit. Ketiga, Allah Swt. menurunkan ayat Al-Qur’an tentang dia. 

7. Pernikahan Ali bin Abi Thalib dengan Fatimah Az-Zahra

Fatimah Az-Zahra adalah putri kesayangan Rasulullah saw. Selain gelar Az-Zahra yang artinya yang cemerlang, Fatimah juga mempunya gelar-gelar lain, yaitu Al-Batul, artinya yang banyak beribadah, dan At-Tahirah, artinya yang suci. 

Halaman Selanjutnya
img_title