Galileo Galilei, Ilmuan Besar Italia yang Merevolusi Ilmu Astronomi dan Metode Ilmiah

Galileo Galilei, Ilmuan Besar Italia.
Sumber :
  • Stock Montage/Getty Images

MindsetGalileo Galilei, seorang filsuf alam, astronom, dan matematikawan Italia, memberikan kontribusi mendasar dalam ilmu gerak, astronomi, dan kekuatan material, serta dalam pengembangan metode ilmiah.

5 Tokoh Pendidikan Islam dan Jasanya, dari Ibnu Sina Sampai Fatimah al-Fihri

Ia juga membuat penemuan teleskopis revolusioner, termasuk empat bulan terbesar Jupiter.

Galileo lahir di Pisa, Tuscany, pada 15 Februari 1564. Ia adalah putra tertua dari Vincenzo Galilei, seorang musisi yang memberikan kontribusi penting pada teori dan praktik musik. 

5 Info tentang Amicus Curiae, Muncul Lagi Terkait Perkara Pilpres 2024

Galileo memiliki ketertarikan awal pada matematika, meskipun ayahnya berharap ia menjadi dokter.

Namun, Galileo mengubah haluan dan memutuskan untuk menjadikan matematika dan filsafat sebagai profesi.

Karir Galileo Galilei

3 Konsekuensi Hukum Bagi Umat Islam yang Tidak Melaksanakan Puasa Ramadan

Pada awal 1570-an, keluarga Galileo pindah ke Florence, di mana Galileo menghadiri sekolah biara di Vallombrosa dan kemudian mendaftar di Universitas Pisa pada tahun 1581. 

Meskipun awalnya berencana untuk belajar kedokteran, ia jatuh cinta dengan matematika dan filsafat.

Pada tahun 1585, Galileo meninggalkan universitas tanpa gelar dan mulai memberikan pelajaran pribadi di Florence dan Siena.

Galileo kemudian merancang sebuah keseimbangan hidrostatik baru dan menulis traktat singkat "La bilancetta" yang membahasnya.

Selama periode ini, ia juga memulai studinya tentang gerak, yang terus ia kembangkan selama dua dekade berikutnya.

Puncak Karir dan Penemuan Teleskopis Ciptaan Galileo Galilei

Galileo Galilei, filsuf alam, astronom, dan matematikawan Italia.

Photo :
  • Scala/Art Resource, New York

Pada tahun 1588, Galileo mengajukan permohonan untuk kursi matematika di Universitas Bologna, namun tidak berhasil.

Namun, reputasinya terus meningkat, dan pada tahun yang sama, ia diundang untuk memberikan dua kuliah di Accademia Fiorentina, kelompok sastra bergengsi, tentang susunan dunia dalam "Inferno" karya Dante.

Ia juga menemukan teorema yang canggih tentang pusat gravitasi yang mendapat pengakuan di kalangan matematikawan.

Pada tahun 1589, Galileo memperoleh kursi matematika di Universitas Pisa. Dimana ia melakukan eksperimen menjatuhkan benda-benda berat dari Menara Miring terkenal, membuktikan bahwa kecepatan jatuhnya tidak proporsional dengan beratnya, sebagaimana diklaim oleh Aristoteles.

Namun, serangan Galileo terhadap Aristoteles membuatnya tidak populer di kalangan rekan-rekannya, dan kontraknya tidak diperpanjang pada tahun 1592.

Meskipun mengalami masalah keuangan, Galileo mendapatkan kursi matematika di Universitas Padua pada tahun yang sama.

Di sana, ia terus mengembangkan penelitian tentang gerak.

Pada tahun 1609, ia menemukan bahwa jarak yang jatuh oleh suatu benda proporsional dengan kuadrat waktu yang telah berlalu (hukum jatuh benda).

Revolusi Teleskopis Galileo Galilei dan Kontroversi Heliokentrisme

Pada tahun 1609, Galileo mendengar tentang penemuan teleskop di Belanda dan segera membangun versi yang lebih baik.

Dengan teleskop ini, ia membuat pengamatan revolusioner tentang langit, termasuk empat bulan terbesar Jupiter, yang sekarang dikenal sebagai bulan Galilei.

Pengamatan teleskopis Galileo mendukung model heliosentris Copernicus, di mana Bumi dan planet-planet bergerak mengelilingi Matahari.

Namun, pandangannya ini menimbulkan kontroversi dengan Gereja Katolik, yang mendukung model geosentris Aristoteles.

Pada akhirnya, pada tahun 1632, Galileo dituduh oleh Inkuisisi dan dipaksa untuk mencabut pendapat heliosentrisnya.

Warisan dan Pengaruh Galileo Galilei Terhadap Pengetahuan Modern

Meskipun menghadapi kontroversi, Galileo Galilei terus memberikan kontribusi besar pada ilmu pengetahuan.

Karyanya mengubah paradigma ilmiah, membuka jalan bagi metode ilmiah eksperimental, dan memperkuat pandangan heliosentris.

Warisannya tidak hanya mempengaruhi astronomi, tetapi juga ilmu pengetahuan secara umum.

Galileo Galilei, dengan semangat penelitiannya yang revolusioner, tetap menjadi salah satu ilmuan besar Italia yang mengubah dunia ilmu pengetahuan dan meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam sejarah astronomi dan metode ilmiah. (ar/at)