Hakimi Tolak Gelar AFCON 2025, Akui Senegal Pemenang Sebenarnya
- https://pmnewsnigeria.com/2026/03/21/hakimi-rejects-afcon-title-backs-senegals-victory-despite-caf-ruling/
Sport, VIVA Mindset –Kontroversi besar mengguncang sepak bola Afrika setelah hasil final Piala Afrika (AFCON) 2025 antara Senegal dan Maroko resmi dibatalkan oleh Confederation of African Football.
Keputusan tersebut tidak hanya mengubah hasil pertandingan, tetapi juga memicu perdebatan luas dan ketegangan antara dua negara yang sebelumnya memiliki hubungan erat.
Final Dramatis Berujung Keputusan Kontroversial
Final AFCON 2025 awalnya dimenangkan Senegal setelah mengalahkan Maroko melalui pertandingan sengit yang berlanjut hingga babak tambahan waktu.
Namun, dilansir dari Confederation of African Football melalui pernyataan resminya, Senegal dinyatakan kalah karena dianggap meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit di akhir laga.
Berdasarkan regulasi CAF, tindakan tersebut dikategorikan sebagai pelanggaran serius yang berujung pada kekalahan otomatis.
Laporan Evrim Ağacı menyebutkan bahwa CAF kemudian menetapkan skor 0-3 untuk kemenangan Maroko dan secara resmi memberikan gelar juara kepada tim tersebut.
Hubungan Senegal–Maroko Ikut Memanas
Dilansir dari Al Jazeera, kontroversi ini tidak hanya berdampak di ranah olahraga, tetapi juga memengaruhi hubungan antara Senegal dan Maroko yang selama ini dikenal memiliki kedekatan secara agama dan perdagangan.
Namun, polemik hasil final AFCON justru menciptakan ketegangan baru, terutama di kalangan suporter dan pejabat sepak bola kedua negara.
Reaksi Keras dan Kekecewaan Publik
Kekecewaan besar datang dari publik Senegal. Laporan The Guardian menyebut banyak suporter merasa keputusan tersebut tidak adil karena mengabaikan hasil pertandingan di lapangan.
Situasi ini semakin memperkuat tekanan terhadap CAF, yang dinilai kurang transparan dalam mengambil keputusan penting.
Hakimi Tolak Gelar Juara
Di tengah polemik tersebut, sikap mengejutkan datang dari bintang Maroko, Achraf Hakimi.
Dilansir dari PM News Nigeria, Hakimi secara terbuka menyatakan bahwa Senegal adalah pemenang sebenarnya dan menolak menganggap dirinya sebagai juara AFCON 2025.
“Saya menghormati keputusan CAF, tapi saya menolak trofi ini. Saya tidak memenangkan AFCON 2025. Selamat untuk Senegal,” ujar Hakimi.
Laporan Nasha Niva juga menyoroti bahwa pernyataan Hakimi menjadi simbol kuat bahwa keputusan administratif tidak selalu sejalan dengan rasa keadilan di mata para pemain.