Pengungsi Sudan Hadapi Dingin Kelaparan di Tawila Perang
- https://www.aljazeera.com/news/2026/2/4/the-cold-hungry-reality-of-displacement-in-war-torn-sudans-tawila
Sudan , VIVA Mindset – Ribuan pengungsi di Tawila Darfur Utara menghadapi musim dingin pahit tanpa selimut makanan tenda cukup, lari dari serangan Rapid Support Forces (RSF) kekuasaani kota November 2025 usir 100 ribu warga kamp-kamp penuh sesak, dilansir dari Al Jazeera pada Selasa, 4 Februari 2026.
Perang saudara SAF-RSF hampir tiga tahun terbunuhkan puluhan ribu picu krisis kemanusiaan terburuk di dunia, Tawila jatuh RSF bantai ratusan bakar desa rampas bantuan PBB blokade jalan.
Anak-anak mati hipotermia pneumonia yang kelaparan, warga bakar mengomel cari kayu tutup badan.
Fatima Ishag, ibu empat anak berusia 28 tahun, cerita kondisi kamp dikutip dari Al Jazeera.
"Musim dingin ini lebih buruk, anak saya mati pneumonia tak ada obat selimut; RSF rampas makanan kami kabur sini tapi tak ada bantuan," katanya sambil tunjuk anak kurus kedinginan.
Ia lari Tawila setelah RSF serang 3 November 2025, kini tidur terpal bocor bagi makanan satu kali hari.
MSF melaporkan 80 persen pasien pneumonia anak, UNICEF menyebutkan 3,4 juta anak Darfur memerlukan bantuan darurat.
RSF kuasai 90 persen bantuan truk blokade Darfur, SAF serang balik Wad Madani Gezira.
Hingga kini, belum ada gencatan efektif Tawila pengungsi bertahan dingin lapar perang tak berujung.