Longsor Cisarua, Tim SAR Masih Cari 20 Korban Hilang

Konferensi pers Kepala Basarnas
Sumber :
  • Website detik.com

Bandung Barat, VIVA Mindset – Operasi pencarian terhadap 20 korban hilang akibat bencana tanah longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat kembali dilanjutkan oleh Tim Search and Rescue (SAR), setelah dilakukan evaluasi pada hari ketujuh ini.

img_title Polri Kerahkan 3 Armada Kapal Polisi dan Tim Gabungan dalam Operasi SAR Insiden KM Virgo Transport 8

Pihak Basarnas berhasil mengevakuasi sebanyak lima kantong jenazah pada operasi SAR pada hari ini, seiring kondisi cuaca yang relatif mendukung proses pencarian. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Bandung, pada Jum’at, 30 Januari.

“Berdasarkan hasil evaluasi hari ke tujuh, masih terdapat 20 korban dilaporkan hilang dan pencarian akan terus dilanjutkan. Alhamdulillah, dari pagi hingga sore cuaca sangat membantu pelaksanaan operasi SAR dan hari ini kami berhasil mengevakuasi lima body pack (kantong jenazah),” katanya.

img_title Presiden Prabowo Berencana Kunjungi NTT, Pemerintah Prioritaskan Penanganan Darurat

Kembali dijelaskan operasi pencarian sejak hari pertama hingga hari ketujuh, korban yang berhasil dievakuasi mencapai 60 kantong jenazah. Sementara berdasarkan data Disaster Victim Identification (DVI) Polri, sebanyak 44 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Pada kesempatan tersebut, dirinya juga menjelaskan data jumlah korban mengalami perkembangan seiring proses pencarian dan asesmen lapangan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Search Management Cell (SMC), Incident Commander (IC), serta tim DVI Polri.

img_title Polda Bali Salurkan Bantuan Logistik dan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Alam NTT

“Laporan awal menyebutkan sebanyak 113 orang terdampak dari 34 kepala keluarga. Namun perkembangan terakhir menunjukkan terdapat 158 warga yang dilaporkan hilang dari 35 kepala keluarga. Dinamika data ini menjadi bagian dari proses operasi di lapangan,” ujarnya.

Operasi SAR tetap dilaksanakan secara maksimal dengan melibatkan berbagai unsur terkait, meskipun menghadapi tantangan berupa medan berat serta kondisi cuaca yang tidak selalu stabil dalam sepekan ini.

Operasi pencarian dilakukan selama 24 jam, termasuk dengan dukungan upaya modifikasi cuaca oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminimalkan potensi hujan di lokasi pencarian. Dilansir dari antaranews.

“Kondisi medan dan cuaca memang belum sepenuhnya ideal, namun tanggap darurat telah ditetapkan selama 14 hari dan kami berharap sebelum masa tersebut berakhir seluruh korban dapat ditemukan,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title