Greenland Khawatir Trump Buru Mineral Arktik
- https://www.aljazeera.com/features/2026/1/15/i-hope-they-show-humanity-greenlanders-fear-trumps-desire-for-minerals
Greenland, VIVA Mindset –Penduduk Greenland khawatir ambisi mineral Presiden AS Donald Trump akan rampas tanah leluhur mereka pada Kamis, 15 Januari 2026, dengan harapan "mereka tunjukkan kemanusiaan" di tengah ancaman aneksasi wilayah mineral kaya itu demi kalahkan dominasi China atas elemen tanah jarang seperti neodymium untuk baterai EV dan jet tempur.
Warga Inuit tolak keras tawaran Trump beli atau paksa Greenland, khawatir tambang besar rusak lingkungan Arktik dan budaya mereka.
Naaja Nathanielsen, Menteri Bisnis dan Mineral Greenland, mengonfirmasi ketakutan tersebut dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 15 Januari 2026.
"Trump incar mineral strategis Greenland untuk lawan China; kami tolak jadi koloni AS yang rampas sumber daya tanpa hormati hak asli Inuit dan aturan lingkungan ketat," katanya.
Ia menambahkan biaya tambang Arktik lima hingga sepuluh kali lebih mahal akibat es tebal satu mil dan gelap berkepanjang, dengan regulasi lokal cegah eksploitasi cepat.
Aaja Chemnitz, perwakilan Greenland di parlemen Denmark, mengecam ancaman Trump melalui pernyataannya yang dikutip Al Jazeera.
"Kami harap AS tunjukkan kemanusiaan; ancaman militer Trump hancurkan NATO dan kedaulatan kami, Greenland bukan barang dagang untuk mineral baterai atau laser," tegasnya.
Sementara itu, Mike Waltz, mantan penasihat Trump, sebut Greenland "sangat strategis" untuk keamanan nasional AS lawan Rusia-China.
Ambisi Trump ini mengancam Greenland pasca-iklim panas buka tambang potensial, dengan 25 dari 34 mineral kritis Eropa ada di sana.
Inuit khawatir proyek tambang hancurkan ekosistem rapuh dan budaya berburu, sementara Denmark gelar pertemuan darurat dengan AS.
Hingga kini, Trump ulang "kami ambil Greenland" tanpa tanda mundur meski pakar sebut "fantasi" ekstraksi besar-besaran.