Achmad Irfandi, KLG dan Anak-Anak Masa Depan Tanpa Gawai
- satu-indonesia.com
Mindset –Achmad Irfandi berasal dari Desa Pagerngumbuk, sebuah desa di kecamatan Wonoayu dan Kabupaten Sidoarjo.
Pemuda yang tahun ini berusia 30 tahun ini memberi sumbangsih untuk konseervasi budaya di lingkungan tempat tinggalnya dengan cara sederhana dan unik.
Selain itu, dengan cara yang sama dia juga ikut andil dalam edukasi anak-anak dengan berbasis kearifan lokal.
Program Kampung Lali Gadget (KLG)
Ilustrasi Anak-anak Bermain Gadget
- freepik.com
Semua orang pasti tahu jika ditanya apa itu gadget. Minimal kita akan menunjukkan handphone yang pasti kita punya.
Semakin lama kita memang semakin sukar terlepas dari gadget. Aktivitas sehari-hari kita juga paling banyak dihabiskan untuk menengok layar gadget.
Bagi orang dewasa, tujuan melihat gadget mungkin lebih pragmatis, misalnya berkaitan dengan pekerjaan.
Akan tetapi hal yang sama tidak berlaku untuk anak-anak. Mereka lebih sering menggunakan gawai sekadar untuk main game.
Bertolak dari kekhawatiran bahwa anak-anak akan kecanduan gadget mereka, Achmad Irfandi kemudian menggagas program KLG.
KLG atau Kampung Lali Gadget (lali artinya lupa) ditujukan untuk mempopulerkan kembali permainan tradisional.
Dengan mengenalkan kembali permainan-permainan tradisional kepada anak-anak, mereka diharapkan bisa sembuh atau terhindar dari kecanduan gadget.
Konservasi Budaya Secara Komunal
Ilustrasi Anak-Anak melakukan Permainan Tradisional
- freepik.com
Permainan tradisional selama ini memang semakin sedikit dimainkan oleh anak-anak.
Sebab utamanya tentu karena lebih tersedianya akses terhadap permainan-permainan lebih canggih, termasuk game di gadget mereka.
Akan tetapi sebab lainnya juga karena semakin jarang juga orang memperkenalkan permainan tradisional.
Melalui KLG, permainan-permainan tradisional untuk anak-anak kembali diperkenalkan.
Kepada mereka ditunjukkan keasyikan permainan-permainan tradisional yang sederhana dan juga lebih menyehatkan.
Untuk menjadi fasilitator dan pendamping anak-anak melakukan permainan-permainan tradisional, KLG memberdayakan para pemuda dari desa Pagerngumbuk dan juga para pemuda dari Sidoarjo.
Sebagai tradisi yang sebenarnya sudah diwariskan secara turun-temurun, permainan tradisional bisa dianggap sebagai warisan budaya.
Dengan demikian, selain membantu mencegah anak-anak kecanduan gadget, program KLG juga telah berperan dalam konservasi budaya.
Tidak hanya itu, program KLG juga mengajarkan berbagai macam edukasi selain permainan-permainan tradisional.