Polri dan Kemendikdasmen Luncurkan Program Paham AI Tahun 2026
- https://www.antaranews.com/berita/5658796/polri-gelar-tot-program-paham-ai-guna-perkuat-literasi-digital-pelajar?utm_source=antaranews&utm_medium=mobile&utm_campaign=latest_category
Jakarta, VIVA Mindset – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui Divisi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Div TIK) menggelar acara Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026.
Acara ini menjadi inisiatif dari Polri yang berkolaborasi bersama Kemendikdasmen dalam memperkuat tingkat literasi digital pelajar, melatih dan menyiapkan trainer yang kompeten dengan memanfaatkan teknologi AI secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
Acara Training of Trainers (ToT) Program Paham Artificial Intelligence (AI) Tahun 2026 tersebut diikuti oleh 65 peserta dari dua kelompok utama, yakni 55 personel calon trainer dari 11 Polda pilot project dan 10 Master Trainer dari Polda Jawa Tengah.
Sistem pelatihan khusus para trainer yang telah mengikuti pelatihan nantinya akan membagikan pengalaman dan praktik tersebut hingga tingkat Polda dan Polres di wilayah masing-masing.
Setelah itu, para personel terlatih akan mendatangi sekolah untuk memberikan sosialisasi dan edukasi langsung kepada para pelajar SMA, SMK, dan sederajat.
Karo Tekkom Divtik Polri, Brigjen Pol. Indarto menyebut edukasi AI sangat penting dilaksanakan karena berhubungan dengan fenomena penggunaan teknologi AI di kalangan pelajar yang telah terjadi secara masif dan mandiri.
Ia juga menuturkan bahwa inisiatif Polri dalam menggelar acara ini didasarkan dari temuan riset terhadap 11.550 pelajar di Jawa Tengah dengan 94% siswanya mengaku mampu menggunakan AI dan sebagian besar mempelajari secara otodidak.
Dengan kemampuan tersebut, kekhawatiran akan teknologi AI rentan menjadi celah bagi pelaku kejahatan hingga dengan kondisi pembelajaran otodidak tanpa literasi keamanan dinilai dapat membawa dampak ganda dengan potensi sebagai pelaku atau korban kejahatan siber berbasis AI.
“Adik-adik itu berpotensi untuk menjadi korban kejahatan di bidang AI, berpotensi juga menjadi pelaku. Untuk itu kita cegah, kita mitigasi dengan cara seperti ini,” jelas Karo Tekkom Divtik Polri, Brigjen Pol. Indarto dalam keteranganya di Jakarta pada Selasa, 21 Juli 2026, mengutip antaranews.
Karo Tekkom Divtik Polri pun mengonfirmasi bahwa polri menargetkan Program Paham AI Tahun 2026 ini dengan menjangkau sekitar 10 juta pelajar di Indonesia.